Kronologi Rubiyah Kartini Hilang hingga Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Enim, Ada Luka Tumpul
Weni Wahyuny June 08, 2026 11:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus penemuan jasad seorang wanita paruh baya yang mengapung aliran di Sungai Enim, Kampung 2, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Muara Enim, Sumatra Selatan, akhirnya menemui titik terang.

Korban yang diketahui bernama Rubiyah Kartini binti Gunaini (51) yang sempat dilaporkan hilang secara misterius sejak Selasa 2 Juni 2026 siang.

Peristiwa bermula pada Selasa siang, 2 Juni 2026, Rubiyah Kartini, warga BTN Pama, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, mendadak hilang.

Karena tak kunjung pulang, pihak keluarga mulai panik dan melakukan pencarian.

Sang anak, melalui akun Instagram pribadinya @inestasyiasanes, secara masif menyebarkan poster "Orang Hilang" di media sosial, lengkap dengan nomor telepon darurat. 

Baca juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Rubiyah Kartini Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Enim, Jasad Diautopsi

DITEMUKAN TEWAS -- Poster hilangnya Rubiyah Kartini warga Muara Enim. Sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya, Rubiyah Kartini ternyata merupakan mayat wanita yang ditemukan dalam kondisi membengkak mengapung di Sungai Enim, Muara Enim, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
DITEMUKAN TEWAS -- Poster hilangnya Rubiyah Kartini warga Muara Enim. Sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya, Rubiyah Kartini ternyata merupakan mayat wanita yang ditemukan dalam kondisi membengkak mengapung di Sungai Enim, Muara Enim, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. (Instagram/inestasyiasanes)

Poster tersebut memperlihatkan foto terakhir sang ibu yang mengenakan busana hitam dengan harapan ada warga yang melihat atau menemukannya.

Ditemukan Tewas 

Setelah empat hari pencarian tanpa hasil, titik terang muncul secara tragis di Kampung 2, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Muara Enim.

Dua orang warga setempat, Apin dan Adam, yang hendak pergi memancing menggunakan perahu, mendadak dikejutkan oleh sesosok mayat perempuan (Mrs. X) yang terapung terlentang dan tersangkut di aliran Sungai Enim.

Saat ditemukan, jasad dalam kondisi nyaris tanpa busana, tubuh sudah membengkak, dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Temuan ini langsung dilaporkan ke perangkat desa dan aparat kepolisian setempat untuk dievakuasi ke pinggir sungai.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muara Enim, AKP Andrian, membenarkan adanya penemuan mayat perempuan tanpa identitas tersebut.

Menurutnya, penyebab kematian korban hingga kini masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, jenazah akan menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Penyebab kematian belum bisa dipastikan dan akan diketahui setelah dilakukan autopsi,” kata AKP Andrian, Minggu (7/6/2026).

Baca juga: Sosok Rubiyah Kartini, Wanita Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Enim Usai Dilaporkan Hilang

Autopsi

Diketahui jenazah Rubiyah sempat menjalani pemeriksaan medis awal di RSUD dr. H.M. Rabain Muara Enim.

Dokter yang melakukan pemeriksaan awal, dr. Geo Vanda, mengatakan dari hasil visum sementara tidak ditemukan tanda-tanda luka serius pada tubuh korban.

Namun, terdapat luka akibat benturan benda tumpul di bagian kepala.

“Untuk saat ini kami belum bisa memastikan penyebab luka tersebut, apakah akibat tindak kekerasan, benturan saat berada di sungai, atau penyebab lainnya. Hal itu harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut dengan autopsi,” ujarnya.

Hingga saat ini, tim medis belum bisa memastikan apakah luka di kepala tersebut timbul akibat tindak kekerasan kriminal atau karena benturan alami saat korban hanyut di sungai.

Guna mengungkap penyebab pasti kematian korban yang dinilai janggal oleh publik, Kasat Reskrim Polres Muara Enim, AKP Andrian, menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah bergerak melakukan penyelidikan intensif.

Pihak kepolisian masih mendalami segala kemungkinan, termasuk memeriksa saksi-saksi guna memastikan apakah korban murni mengalami musibah atau menjadi korban tindak pidana kejahatan.

Curhat Anak

Kini, Rubiyah Kartini telah pergi untuk selamanya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

AKP M Andrian mengungkapkan pihak keluarga telah yakin itu adalah keluarga mereka setelah melihat dari ciri-ciri khusus fisik korban yang dikenalnya dan anting-anting yang masih dipakai korban ketika ditemukan.

"Kemarin ada keluarganya yang datang ke kamar mayat, mengakui jika mayat tersebut adalah Rubiyah Kartini," ujar Kasat Reskrim, AKP M Andrian.

Kepastian berpulangnya sang ibu dikonfirmasi langsung oleh putri korban melalui akun Instagram pribadinya, @inestasyiasanes.

Unggahan tersebut menyiratkan rasa kehilangan yang berat sekaligus keikhlasan yang mendalam dari pihak keluarga.

"Ibuu.. Kami udah ikhlas bu, alhamdulillah akhirnya ketemu ibu. Yg tenang di sana ibu kesayangan ines. Ternyata Allah lebih sayang ibu, surga tempat ibu Aamin," tulis sang anak, Minggu (7/6/2026).

Ines, sang anak, membagikan potret sang ibunda yang memiliki paras cantik dan bersahaja.

Semasa hidupnya, Rubiyah selalu memberikan kasih sayang dengan anak dan cucu-cucunya.

Sang anak kerap mengajak sang ibunda pergi jalan-jalan menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.

Bahkan, Ines menuliskan bahwa ia bersama sang ibu telah membeli tiket untuk menonton film di bioskop Palembang pada Minggu (7/6/2026).

Pihak keluarga dan kerabat pun telah mengantarkan jenazah korban ke tempat peristirahatan terakhirnya.

"Assalamualaikum ibu. Sudah di rumah baru ya bu, kami semua sudah ikhlas, ibu udah tenang, surga tempat ibu aamiin," tulisnya sembari menyertakan foto pusara baru tempat peristirahatan terakhir ibundanya. (Aggi Suzatri/Tribunsumsel.comArdhani/Sripoku.com)

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.