Iran Mengamuk! Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Sebut Serangan Beirut Sudah Lewati Semua Batas
Amirullah June 08, 2026 12:23 PM

Iran Mengamuk! Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Teheran Sebut Serangan Beirut Sudah Lewati Semua Batas

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah Israel pada Minggu (7/6/2026) malam.

Serangan tersebut dilakukan setelah Teheran menuduh Israel terus melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan di Lebanon selatan, termasuk di kawasan pinggiran Beirut.

Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Senin (8/6/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan rentetan rudal yang ditembakkan ke Israel merupakan bentuk peringatan keras atas operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

Militer Israel melaporkan bahwa beberapa gelombang rudal mulai diluncurkan sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Israel saat rudal-rudal tersebut memasuki wilayah udara negara itu.

Pihak militer Israel mengklaim seluruh rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel juga sempat meminta warga berlindung sebelum akhirnya mengizinkan mereka keluar dari tempat perlindungan sekitar satu jam kemudian.

Baca juga: Trump Ancam Iran Lagi! Aset Miliaran Dolar Tetap Dibekukan, Negosiasi Gencatan Senjata Gagal?

Iran Sebut Serangan Sebagai Peringatan

Dalam pernyataan yang disebarkan media Iran, IRGC mengonfirmasi bahwa target utama serangan adalah Pangkalan Udara Ramat David di Israel.

Menurut Iran, serangan itu merupakan respons atas apa yang disebut sebagai pembunuhan dan pengusiran warga sipil di wilayah Tyre dan Nabatieh, Lebanon selatan.

IRGC menegaskan operasi tersebut hanyalah sebuah peringatan.

Mereka mengancam akan melakukan serangan yang lebih luas jika Israel kembali melanjutkan agresi di Lebanon.

"Operasi malam ini adalah peringatan. Jika agresi diulangi, tanggapan kami akan lebih luas dan mencakup seluruh target Amerika-Zionis di kawasan," demikian pernyataan IRGC.

Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, juga menyampaikan pesan serupa melalui media sosial X.

Ia menegaskan Iran tidak akan membiarkan pelanggaran gencatan senjata maupun agresi terhadap Lebanon terus berlangsung.

Menurutnya, serangan rudal tersebut adalah balasan atas tindakan Israel yang selama ini terus menggempur wilayah Lebanon.

Baca juga: Trump: Uranium Iran akan Dimusnahkan, dengan Jalan Diplomasi atau Kekuatan Militer

Trump Minta Israel Tidak Membalas

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas.

Dalam wawancara dengan jurnalis Channel 12 Israel, Barak Ravid, Trump mengatakan dirinya akan segera menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak melakukan serangan balasan.

Trump menyebut serangan Iran tidak menyebabkan korban jiwa.

Ia juga mengaku khawatir aksi balasan Israel dapat menggagalkan upaya diplomasi yang saat ini sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

"Kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Saya tidak ingin kesepakatan itu gagal karena kejadian malam ini," ujar Trump.

Menurut laporan Channel 12, hingga saat ini belum jelas apakah Amerika Serikat akan mendukung Israel jika memutuskan melakukan serangan balasan terhadap Iran.

Namun sejumlah pejabat Israel sebelumnya disebut telah menyiapkan opsi respons keras terhadap tindakan Teheran.

Baca juga: Trump: AS Tak Akan Kembali Berperang dengan Iran Kecuali Tentara Amerika Tewas

Serangan Beirut Picu Kemarahan Iran

Sebelum serangan rudal terjadi, Iran telah beberapa kali memperingatkan Israel agar menghentikan operasi militernya di Lebanon selatan.

Peringatan itu muncul meskipun Israel dan Lebanon sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat di Washington.

Markas Besar Khatam al-Anbiya milik IRGC menuduh Israel telah melanggar seluruh batas yang disepakati dengan terus menyerang kawasan Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.

Baca juga: Netanyahu Perintahkan Militer Israel Kuasai 70 Persen Gaza, Menlu AS Tegaskan Trump Tak Terlibat

Iran menyatakan sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap perluasan serangan ke Beirut akan dibalas dengan serangan langsung ke wilayah Israel.

Pada Minggu sore, serangan udara Israel di kawasan Dahiyeh dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 11 lainnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan serangan tersebut menyasar pusat komando Hizbullah.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran tidak hanya akan melanjutkan jalur diplomasi, tetapi juga siap menghadapi konfrontasi langsung apabila Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Konflik yang berlangsung sejak 2 Maret itu telah menewaskan lebih dari 3.500 orang di Lebanon dan menambah kekhawatiran dunia terhadap kemungkinan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Rencana Wajah Donald Trump di Uang 250 Dollar AS Tuai Kritik dan Sindiran Tajam

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.