Cinta Bersemi di Kampus Warga Mesir Nikahi Gadis Sulewatang Polman
Ilham Mulyawan June 08, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Heboh di Kabupaten Polewali mandar (Polman), Sulawesi Barat seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Mesir bernama Mustafa Sabri (37), menikahi wanita aasal Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali mandar bernama Sukma Dewiyanti (27), Minggu (7/6/2026).

Pernikahan keduanya berlangsung di Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali pada Minggu.

Baca juga: Wings Air kembali Layani Rute Mamuju - Makassar Harga Tiket Rp1,3 juta Anda Minat?

Baca juga: Selain Penumpang Sepi Batik Air Hentikan Rute Mamuju karena Pemprov Sulsel Tak Mau Subsidi Silang

Lurah Sulewatang, Muhammad Rizal menyebut pernikahan warganya ini berlangsung meriah.

"Mempelai pria itu satu negara dengan Mohammad Salah yang pemain bola terkenal, dari Negara Mesir," kata Muhammad Rizal kepada wartawan.

Dia menyebut sebelum melangsungkan pernikahan, keluarga kedua mempelai datang mengurus ke kantor lurah.

Video pernikahan keduanya viral di media sosial.

bule mesir nikahi gadis polman
MENIKAH - Viral seorang pria bernama Mustafa Sabri warga Negara Mesir mempersunting gadis bernama Sukma Dewiyanti, warga Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali, Polman, Sulbar

Dalam video beredar sang mempelai pria nampak berewokan dengan postur tubuh tinggi.

Dia menggunakan pakaian adat mandar serta diiringi rombongan saat tiba di rumah mempelai perempuan.

Disebutkan mempelai perempuan yang merupakan warganya itu ialah mahasiswi S-2 di Makassar.

Sementara mempelai laki-laki merupakan dosen dan seorang profesor di kampus yang sama.

"Ceritanya mereka berdua kenalan di kampus, lalu berlanjut ke hubungan yang serius," lanjutnya.

Rizal mengatakan keduanya lalu mengurus proses pernikahan, melaporkan ke kantor lurah hingga ke Imigrasi.

Bawa Penerjemah

Saat proses pernikahan berlangsung, sang mempelai pria membawa temannya seorang penerjemah.

Mustafa Sabri tak fasih berbahasa Indonesia, dia berbahasa Arab sehingga butuh penerjemah.

"Seperti itu dia berjodoh, meski beda budaya dan bangsa, akhirnya tetap bisa dipersatukan," ungkapnya.

Dia menambahkan keduanya akan kembali ke Makassar di tempat kampus mereka bekerja usai prosesi pernikahan. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.