TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - "Mulai besok, kita pastikan ada kepastian terbang setiap hari menggunakan Wings Air. Kita harus mengembalikan kepercayaan masyarakat. Jadi walau penumpangnya sedikit, maskapai komitmen untuk tetap terbang," kata Maddareski Salatin, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertahanan (Perkimtan) Sulawesi Barat, Senin (8/6/2026).
Maskapai penerbangan Batik Air memastikan menghentikan rute terbang Mamuju - Makassar, menyusul okupansi penumpang yang sangat sepi.
Baca juga: Batik Air Stop Terbang Mamuju - Makassar Penumpang Sepi Gantinya Wings Air
Baca juga: Selain Penumpang Sepi Batik Air Hentikan Rute Mamuju karena Pemprov Sulsel Tak Mau Subsidi Silang
Sebagai gantinya, Lion Air Group memastikan Wings Air sebagai pengganti.
Maddareski menjamin perubahan armada dari pesawat jet (Batik Air) ke pesawat baling-baling jenis ATR 72 (Wings Air) tidak akan memberatkan kantong masyarakat.
Sebaliknya, tarif tiket dipastikan tetap stabil dan kompetitif.
"Kami mencermati daya beli masyarakat. Tarif tiket sekarang dikunci di kisaran paling mahal Rp1,3 juta. Tidak ada kenaikan sampai Rp 1,4 juta atau Rp 1,6 juta seperti yang dikhawatirkan," tuturnya.
Pesawat ATR 72 milik Wings Air memiliki kapasitas total 72 kursi, dengan target keterisian rata-rata minimal 70 penumpang per penerbangan agar rute ini tetap sehat secara bisnis.
Sementara itu, untuk rute penerbangan lain seperti Mamuju - Balikpapan, Pemprov Sulbar memastikan jadwalnya tidak mengalami perubahan, yakni tetap beroperasi normal tiga kali dalam seminggu (Selasa, Kamis, dan Minggu).
Jadwal penerbangan harian terbaru yang disepakati adalah Makassar - Mamuju berangkat pukul 08.25 WITA dan Mamuju - Makassar berangkat pukul 09.40 WITA.
Pemprov Sulbar juga tengah melobi pihak maskapai, agar bisa menambah frekuensi menjadi dua kali sehari dengan opsi jadwal penerbangan di sore atau siang hari demi memudahkan mobilitas warga.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertahanan (Perkimtan) Sulawesi Barat, Maddareski Salatin mengungkapkan alasan maskapaki Batik Air kini menghentikan rute Mamuju - Makassar.
Selain penumpang sepi, penyebabnya yang lain adalah Pemprov Sulawesi Selatan tak ingin subsidi silang dengan pemprov Sulawesi barat.
Maddareski menyebutkan Pemprov Sulbar sebelumnya telah menjajaki komunikasi intensif dengan Pemprov Sulawesi Selatan, untuk membahas opsi subsidi silang demi menyelamatkan rute tersebut.
Namun, kesepakatan subsidi urung berjalan.
"Ternyata Pemerintah Provinsi Sulsel tidak memberikan subsidi dalam bentuk anggaran. Mereka hanya menyediakan dan memfasilitasi rute serta slot penerbangan harian yang kita butuhkan. Artinya, penerbangan saat ini berjalan murni komersial tanpa subsidi," jelas Maddareski.
Menurut Maddareski, langkah komersial tanpa subsidi ini juga diambil belajar dari pengalaman sebelumnya.
Subsidi yang sempat dikucurkan pemerintah daerah, ternyata tetap tidak mampu memenuhi target keterisian penumpang yang diharapkan pihak maskapai.
Dampak dari sepinya penumpang membuat jadwal penerbangan di Bandara Tanpa Padang, Mamuju, sempat menjadi tidak menentu.
Sehingga jadwal tiga kali seminggu (Rabu, Jumat, Minggu) sering dibatalkan sepihak oleh maskapai di hari Rabu jika kuota kursi tidak terpenuhi.
Hal ini kerap merugikan masyarakat, khususnya bagi penumpang yang mengejar penerbangan lanjutan (connecting flight) ke Jakarta melalui Makassar. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi