Jadwal Operasi Patuh 2026 di Kalsel, Kakorlantas Berikan Alasan Tunda Waktu Pelaksanaan
M.Risman Noor June 08, 2026 03:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sesuai jadwal Operasi Patuh 2026 di Kalsel akan dilakukan mulai 8-21 Juni 2026.

Namun Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan menunda pelaksanaan tilang manual dan elektronik.

Belum ada ditunda sampai kapan. Namun Kakorlantas Irjen Agus Suryo Nugroho sudah menyatakan secara resmi.

Penundaan dilakukan tak lepas persiapan menyambut Hari Bhayangkara 2026.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryo Nugroho, mengatakan, penundaan Operasi Patuh 2026 dilakukan karena Polri saat ini menyiapkan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026.

"Kami tunda, Polri konsentrasi Hari Bhayangkara," kata Agus, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Pengakuan Pelaku Pembunuhan di Masjid At-Taqwa, Mendengar Bisikan Akan Diangkat Menjadi Sultan

Baca juga: BREAKING NEWS- Kejati Kalsel Geledah Kantor Dinas ESDM Kalsel di Banjarbaru, Didampingi Anggota TNI

Meski Operasi Patuh ditunda, masyarakat tetap diimbau untuk disiplin berlalu lintas. 

Petugas kepolisian tetap melakukan patroli rutin untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Informasi penundaan sebelumnya juga disampaikan melalui akun Instagram resmi Ditlantas Polda Jawa Barat, @rtmcpoldajabar.

Di unggahannya disebutkan, pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 resmi diundur menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi terkini di wilayah Jawa Barat.

Operasi Patuh dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Polda dengan menyesuaikan kondisi masing-masing daerah.

Menurut Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin, Operasi Patuh tahun ini mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Hal itu sebagai bagian dari transformasi digital yang dilakukan polisi lalu lintas.

Penindakan akan difokuskan pada pelanggaran yang menghambat efektivitas ETLE, seperti pelat nomor kendaraan yang dicopot, ditutup, dimodifikasi, atau disamarkan menggunakan stiker maupun cat.

Selain ETLE, tilang konvensional tetap diterapkan untuk pelanggaran tertentu, seperti melawan arus. 

Komposisi penindakan terdiri dari 60 persen ETLE, 30 persen tilang konvensional, dan 10 persen teguran simpatik.

Aries menegaskan, Operasi Patuh 2026 bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas melalui langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara terintegrasi.

Baca juga: Disaksikan Tersangka, Polres Banjar Musnahkan Sabu Seberat 202,2 Gram

Warga Lega

Kabar penundaan pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2026 disambut lega oleh banyak warga Kabupaten Tanahlaut (Tala). Terutama kalangan orangtua yang anak-anaknya mulai menghadapi ujian semester.

Keputusan yang datang mendadak itu dinilai memberi ruang bagi pelajar untuk fokus mengikuti ujian tanpa dibayangi kekhawatiran razia kendaraan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 22 Juni 2026.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan membenarkan adanya penundaan tersebut.

Keputusan itu mendapat apresiasi dari masyarakat karena bertepatan dengan pelaksanaan ujian semester di sejumlah sekolah. 

Mulai Senin (8/6/2026) hari ini, pelajar SMP di Tala dijadwalkan menjalani ujian semester, sementara sebagian pelajar SD masih melanjutkan rangkaian ulangan semester yang telah dimulai sejak pekan lalu.

Sebelumnya, rencana Operasi Patuh Intan telah lebih dulu menyebar di ruang publik. Kondisi itu membuat sebagian orang tua merasa terbebani karena harus memikirkan moda transportasi anak menuju sekolah apabila terjadi razia terhadap pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor.

Baca juga: Harga Pertamax Turbo Naik, Dexlite dan Pertamina Dex Turun di SPBU Kalsel, Cek Harga Pertalite  

Sejumlah keluarga di wilayah pedesaan maupun perkebunan selama ini mengandalkan kendaraan yang digunakan anak untuk berangkat sekolah karena jarak tempuh cukup jauh, sementara orangtua harus bekerja sejak pagi.

Warga Angsau, Kecamatan Pelaihari Zainul Hadi mengaku bersyukur setelah mengetahui operasi tersebut ditunda.

Menurutnya, banyak orangtua yang sehari-hari bekerja di kebun atau berdagang sejak subuh sehingga akan kesulitan jika harus mengantar anak ke sekolah setiap hari selama masa ujian.

"Kalau memang ditunda, kami sangat berterima kasih. Anak-anak bisa fokus ujian dulu. Banyak orangtua yang berangkat kerja sejak pagi sekali, jadi kalau harus antar jemput tentu cukup merepotkan," katanya.

Apresiasi serupa disampaikan warga Pelaihari, Rahmani Akbar. Ia menilai keputusan tersebut cukup bijak karena mempertimbangkan kondisi masyarakat dan kalender pendidikan.

"Saya setuju ditunda dulu. Bukan berarti mendukung pelajar membawa kendaraan, tetapi saat ini mereka sedang ujian. Setelah itu baru bisa dilakukan sosialisasi dan penertiban secara bertahap agar tidak mengganggu kegiatan belajar," ujarnya.

Meski demikian, warga berharap penundaan tersebut tidak mengurangi tujuan utama Operasi Patuh Intan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan.

Sebagai informasi, Operasi Patuh Intan 2026 sebelumnya direncanakan menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas.

idi antaranya melawan arus, penggunaan knalpot brong, tidak memakai helm, penggunaan telepon genggam saat berkendara, pengendara di bawah umur, tidak memakai sabuk pengaman.

Lalu, berkendara dalam pengaruh alkohol, menerobos lampu merah, melanggar marka dan rambu lalu lintas, melebihi batas kecepatan, serta penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai ketentuan.

Penundaan operasi tersebut kini memberi napas lega bagi banyak orang tua dan pelajar di Tala yang tengah memasuki masa ujian semester, sembari menunggu jadwal baru yang akan ditetapkan Polri.

(Banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/WartaKota.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.