SRIPOKU.COM - Menjelang tahun ajaran baru, mata pelajaran Informatika menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi siswa baru di jenjang SMP.
Pada Kurikulum Merdeka, mata pelajaran Informatika kelas 7 (Fase D) tidak diawali dengan praktik mengetik di komputer, melainkan dibuka dengan materi fondasi utama yaitu Bab 1: Berpikir Komputasional (Computational Thinking).
Melalui materi ini, siswa diajak untuk melatih otak mereka agar mampu menyelesaikan masalah yang kompleks secara terstruktur, efektif, dan efisien, mirip dengan cara kerja komputer.
Baca juga: Contoh Soal PR Pendidikan Pancasila Kelas 7 SMP Semester 1 Materi Sejarah Kelahiran Pancasila
Fondasi berpikir komputasional ini mencakup empat pilar: Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, dan Perancangan Algoritma.
Agar materi logika ini mudah dicerna oleh siswa yang baru bertransisi dari SD, pemberian Pekerjaan Rumah (PR) dalam bentuk tantangan aktivitas sehari-hari di rumah dinilai sangat efektif.
Siswa dilatih melihat bahwa segala sesuatu yang mereka lakukan sebenarnya memiliki urutan logika komputasi.
Bagi Bapak dan Ibu Guru yang sedang menyusun perangkat ajar, berikut adalah draf utuh soal PR kreatif materi Berpikir Komputasional kelas 7 SMP, lengkap dengan kunci jawaban serta rubrik penilaiannya yang berhasil dihimpun oleh Sripoku.com:
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) - TUGAS MANDIRI (PR)
Mata Pelajaran: Informatika
Kelas/Semester: VII (Tujuh) / I (Ganjil)
Materi Pokok: Bab 1 - Berpikir Komputasional (Sub-Bab: Algoritma dan Logika Aktivitas Harian)
Instruksi Pengerjaan untuk Siswa:
Berpikir komputasional adalah cara kita memecahkan masalah besar menjadi langkah-langkah kecil yang berurutan (algoritma). Malam ini, pilih satu aktivitas rutinmu di rumah (misalnya: merapikan tempat tidur, membuat segelas susu hangat, mencuci sepatu, atau menyiapkan buku pelajaran untuk besok). Jawablah 5 pertanyaan di bawah ini berdasarkan cara kamu melakukan aktivitas tersebut!
Daftar Pertanyaan PR, Kunci Jawaban, dan Esensi Materi yang Dipelajari
Soal 1 (Skor Maksimal: 20) - Pilar 1: Dekomposisi (Memecah Masalah)
Pertanyaan: Apa nama aktivitas rumah yang kamu pilih? Sebutkan apa saja alat/bahan yang kamu butuhkan, serta pecahlah aktivitas besar tersebut menjadi minimal 3 bagian pekerjaan yang lebih kecil!
Soal 2 (Skor Maksimal: 20) - Pilar 2: Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
Pertanyaan: Apakah kamu selalu melakukan aktivitas tersebut dengan cara dan urutan yang sama setiap hari? Jika polanya berubah (misalnya: airnya terlalu dingin atau bubuk susunya habis), apa yang biasanya kamu lakukan secara spontan?
Soal 3 (Skor Maksimal: 20) - Pilar 3: Abstraksi (Menghilangkan Hal Tidak Penting)
Pertanyaan: Saat kamu fokus melakukan aktivitas pilihanmu tadi, sebutkan hal-hal di sekitarmu yang tidak penting dan harus kamu abaikan agar tugasmu cepat selesai tanpa terganggu!
Soal 4 (Skor Maksimal: 20) - Pilar 4: Algoritma (Langkah Berurutan)
Pertanyaan: Tuliskan langkah-langkah pengerjaan aktivitas tersebut dari awal sampai akhir dalam bentuk poin nomor (1, 2, 3, dst). Pastikan urutannya logis dan tidak boleh ada langkah yang tertukar!
Soal 5 (Skor Maksimal: 20) - Materi: Dampak Kesalahan Logika (Bug)
Pertanyaan: Apa yang akan terjadi jika langkah nomor 3 tertukar ke langkah nomor 1 (kamu memasukkan bubuk susu sebelum menyiapkan gelas)? Disebut apakah kesalahan urutan logika ini dalam dunia komputer?
Ketika siswa mengumpulkan tugas PR logika ini, guru dapat menyelenggarakan permainan interaktif bertajuk "Menjadi Robot Pembaca Kode".
Pilihlah salah satu lembar PR siswa secara acak. Guru berperan sebagai "Robot" yang kaku, dan siswa yang terpilih harus membacakan langkah algoritma (jawaban nomor 4) miliknya kata demi kata.
Guru sebagai robot hanya akan bergerak persis sesuai kalimat yang ditulis siswa. Jika instruksi siswa kurang detail (misal: hanya menulis "masukkan susu", tanpa menulis "ke dalam gelas"), robot akan memasukkan susu ke lantai.
Melalui simulasi menyenangkan ini, seluruh siswa di kelas akan tertawa sekaligus langsung paham mengapa dalam Informatika, menuliskan langkah dan instruksi logika (algoritma) harus sangat detail, runtut, dan bebas dari kesalahan (bug).***