Tangis Histeris Pasutri Sujud Depan Poster Bobby Nasution Guna Mohon Bantuan Biaya Rumah Sakit
Lulu Adzizah F June 08, 2026 05:57 PM

– Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi pilu sepasang suami istri menangis histeris hingga bersujud di depan poster Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution, viral di media sosial pada Minggu (7/6/2026).

Pasangan suami istri tersebut sengaja mendatangi halaman Kantor Gubernur Sumut untuk memohon bantuan dana pengobatan sang anak yang kini tengah terbaring kritis di rumah sakit akibat menjadi korban penikaman orang tak dikenal.

Sambil menangis tersedu-sedu di hadapan poster orang nomor satu di Sumut tersebut, sang ibu paruh baya berteriak mengaku sudah kehabisan uang dan terpaksa menggadaikan rumahnya demi membayar biaya perawatan rumah sakit yang terlampau besar.

"Pak bantu kami anak kami terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika, biaya terlalu besar saya tidak punya uang, rumah sudah kami gadai. Biaya pengobatannya Rp 180 juta, saya enggak sanggup bayar. Tolong dibantu pak," teriak sang ibu sambil bersujud histeris.

Dalam video tersebut, terdengar pula suara sang perekam gambar yang mengaku sebagai salah satu mantan tim sukses (timses) Bobby Nasution saat masa pilkada lalu, yang ikut memohon agar sang gubernur bersedia menolong warganya yang kurang mampu tersebut.

Merespons kejadian viral tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Faisal Hasrimy, memberikan klarifikasi resmi dan menegaskan bahwa Pemprov Sumut telah bergerak cepat mengupayakan bantuan keringanan biaya.

Faisal membeberkan kronologi medis bahwa pasien awalnya dilarikan ke RS Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, pada 31 Mei 2026 dengan kondisi menderita luka tusuk akibat senjata tajam.

Setelah menerima tindakan kegawatdaruratan awal, dokter jaga menyarankan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit di kota Medan guna mendapatkan penanganan intensif dari dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular.

Namun, pihak keluarga pasien secara mandiri memilih RS Mitra Medika Premiere Medan sebagai lokasi perawatan lanjutan, di mana fasilitas kesehatan swasta tersebut tidak menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Faisal menambahkan, sejak awal pihak manajemen rumah sakit sebenarnya sudah mengedukasi keluarga mengenai estimasi biaya operasi yang besar yakni mencapai sekitar Rp147 juta, dan hal tersebut telah disetujui melalui tanda tangan surat persetujuan tindakan medis.

Lantaran pihak keluarga belakangan merasa keberatan dan kesulitan melunasi, Dinkes Sumut bersama Direktur RS Pertamina Pangkalan Brandan langsung melakukan negosiasi dengan RS Mitra Medika Premiere hingga berhasil mendapatkan potongan biaya tagihan menjadi Rp129,574 juta.

Setelah dikurangi uang deposit yang sudah dibayarkan keluarga sebesar Rp45 juta, sisa tagihan akhir yang harus diselesaikan kini menjadi Rp84,574 juta, di mana pihak rumah sakit juga berbaik hati memberikan kelonggaran masa pelunasan hingga tanggal 10 Juni 2026.

Atas adanya kasus ini, Faisal Hasrimy mengimbau sekaligus mengingatkan seluruh elemen masyarakat Sumatra Utara untuk lebih bijak memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan gratis yang telah disediakan oleh pemerintah, seperti program Universal Health Coverage (UHC) serta Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah agar tidak kembali terbebani oleh biaya pengobatan mandiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.