SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Jawa Timur (Jatim) bersama Perum Bulog di memastikan ketersediaan stok minyak goreng tetap aman di pasar tradisional, meskipun terjadi lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui koordinasi intensif dengan distributor.
Berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar tradisional, harga minyak goreng bervariasi tergantung lokasi. Rinciannya sebagai berikut:
Beberapa pasar yang menjadi pantauan di antaranya adalah Pasar Tambahrejo, Pucang Anom, Wonokromo, Genteng Baru, Kembang, Pabean dan Balongsari.
Perbedaan harga yang cukup signifikan antar pasar dipengaruhi oleh kelancaran distribusi.
Sutini, seorang pedagang di Pasar Tambahrejo, mengungkapkan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh pasokan yang tidak lancar.
"Barangnya kadang sulit masuk. Kalau stok datangnya telat, kami terpaksa jual dengan harga yang menyesuaikan," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau situasi di lapangan.
Ia memastikan koordinasi dengan distributor terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, termasuk beras dan gula.
"Stok minyak goreng masih aman. Kemarin sudah disidak oleh Bapanas dan Kanwil Bulog. Untuk menjaga kestabilan harga, kami adakan operasi pasar dan pasar murah secara berkala," ujar Syamsul di Surabaya, Senin (8/6/2026).
Syamsul mengakui, bahwa stok MinyaKita saat ini memang lebih terbatas, dibandingkan merek lainnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik, dan tidak terpaku pada satu merek tertentu agar stabilitas permintaan tetap terjaga.
Selain minyak goreng, pemerintah juga memantau pergerakan harga komoditas lain seperti beras dan cabai yang turut mengalami fluktuasi.
Pemkot Surabaya berkomitmen melakukan intervensi pasar jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar demi menjaga daya beli masyarakat.