Habisi Sri Rahayu di Jepang, Agung Buat Pengakuan Mengejutkan, Tubuh Korban Banyak Luka Tusuk
Aloisius H Manggol June 08, 2026 08:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Peristiwa pembunuhan di Jepang yang menyebabkan satu nyawa warga negara Indonesia atau WNI meninggal dunia masih didalami kepolisian.

Diketahui korban yang bernama Sri Rahayu (21) meninggal dengan kondisi banyak luka tusuk di bagian perut.

Diketahui pelaku juga merupakan WNI bernama Agung Laksana Aji (27).

Insiden penyerangan brutal itu terjadi di area pemukiman yang berjarak sekitar 1,8 kilometer dari Stasiun JR Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang.

Baca juga: Tak Disangka Jadi Malam Terakhirnya di Denpasar, Pemuda Buleleng Tak Bersalah Tapi Nyawa Jadi Korban

Insiden penyerangan hingga pembunuhan itu terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 21.15 waktu setempat.

Peristiwa pembunuhan yang menimpa WNI berusia 21 tahun itu pun memecah keheningan malam di sekitar TKP.

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Pembunuhan di Jepang: Agung Tikam Perut Sri Rahayu Berkali-kali Hingga Tewas

Berdasarkan informasi dari kepolisian, pelaku tiba-tiba mendatangi korban dan seketika melakukan penyerangan.

Saat melakukan penyerangan, pelaku sudah membawa serta senjata tajam yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

Dikutip dari Tribunnews, Agung selama di Jepang bekerja paruh waktu di wilayah Prefektur Chiba

Saat penyerangan, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban secara brutal.

Ketika penyerangan tersebut, ada dua orang yang berusaha mencegah aksi brutal terhadap korban.

Kedua orang tersebut merupakan teman korban dan anggota polisi yang ada di lokasi kejadian.

Namun, keduanya malah menjadi korban setelah pelaku kemudian melakukan penyerangan terhadap keduanya.

Seorang warga berusia sekitar 50 tahun menyaksikan upaya petugas medis melakukan resusitasi jantung paru (RJP) di tempat kejadian sebelum korban dibawa ke rumah sakit.

Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka tusuk yang sangat parah.

Sesaat setelah kejadian, Kepolisian Jepang langsung melakukan penangkapan terhadap Agung, termasuk mengamankan barang bukti senjata tajam berupa dua bilah pisau 

Belum diketahui motif dibalik pembunuhan brutal tersebut, apakah ada kaitan dengan asmara? hingga kini masih didalami.

Kepolisian Jepang hanya memastikan bahwa pelaku dan korban saling mengenal.

Usai diamankan Kepolisian Jepang, pelaku memberikan pengakuan mengejutkan, dia mengaku telah merencanakan pembunuhan korban.

“Saya menikamnya dengan maksud untuk membunuhnya,” ujar Agung, seperti dikutip dari International Press, Minggu (7/6/2026).

Penyidikan Berlanjut
Akibat peristiwa tersebut, kepolisian Jepang meningkatkan status kasus dari dugaan percobaan pembunuhan menjadi dugaan pembunuhan.

Hingga kini, motif di balik pembunuhan masih didalami, termasuk kemungkinan konflik pribadi antara korban dan pelaku.

Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap latar belakang lengkap insiden pembunuhan yang melibatkan sesama WNI tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.