BANGKAPOS.COM--Harga tiket pesawat dari dan menuju Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Tarif penerbangan yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp600 ribuan kini nyaris tidak ditemukan lagi, terutama untuk rute favorit Pangkalpinang–Jakarta.
Kenaikan harga ini mulai berdampak pada pola mobilitas masyarakat yang kerap melakukan perjalanan antardaerah untuk urusan pekerjaan maupun keluarga.
Berdasarkan pantauan Bangkapos.com melalui aplikasi pemesanan tiket daring pada Sabtu (13/6/2026), harga tiket pesawat rute Pangkalpinang–Jakarta kini berada di atas Rp1 juta.
Untuk penerbangan termurah, Sriwijaya Air mematok harga sekitar Rp1.122.733, sementara Garuda Indonesia berada di kisaran Rp1.537.927 untuk tanggal keberangkatan yang sama.
Harga serupa juga terlihat pada rute sebaliknya, Jakarta–Pangkalpinang. Maskapai Super Air Jet membanderol tiket mulai Rp1.084.837, sedangkan Garuda Indonesia mencapai sekitar Rp1.632.539.
Tidak hanya rute utama ke ibu kota, penerbangan domestik regional dari Bangka Belitung juga menunjukkan tarif yang relatif tinggi.
Rute Pangkalpinang–Palembang tercatat di angka Rp669.563, sedangkan Pangkalpinang–Tanjungpandan (Belitung) mencapai sekitar Rp721.938.
Sebagai informasi, salah satu faktor yang memengaruhi harga tiket pesawat adalah biaya bahan bakar avtur (Aviation Turbine Fuel).
Berdasarkan informasi pasar energi dan distribusi regional, harga avtur di Indonesia umumnya mengikuti harga minyak dunia dan kurs rupiah.
Pada periode pertengahan 2026, estimasi harga avtur di Indonesia berada di kisaran:
Baca juga: Sosok dan Profil Shin Tae-yong, Pelatih Berpengalaman Piala Dunia yang Kini Nahkodai Persija Jakarta
Baca juga: Polisi Ungkap Detik-detik Mengerikan Bocah 9 Tahun Saat Diterkam Anjing Pemburu di Hutan Bogor
Kondisi kenaikan harga tiket ini memunculkan keluhan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki kebutuhan perjalanan rutin.
Salah satunya diungkapkan Haris (43), warga asal Palembang yang kini menetap di Pangkalpinang.
Ia mengaku mulai beralih dari transportasi udara ke jalur darat dan laut karena faktor biaya.
“Biasanya pulang Sabtu-Minggu. Jadi kalau Jumat sore itu sudah pulang ke Mentok dulu. Kalau lewat Mentok paling habis sekitar Rp200 ribuan,” ujar Haris.
Ia membandingkan kondisi saat ini dengan beberapa tahun sebelumnya ketika tiket pesawat masih relatif terjangkau.
“Kalau naik pesawat sekarang bisa Rp700 ribu sampai Rp800 ribu. Dulu mungkin masih ada Rp400 ribu atau Rp500 ribu ke Palembang, sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya.
Ayah tiga anak itu mengaku mulai meninggalkan moda transportasi udara dan memilih perjalanan darat serta laut karena dinilai jauh lebih hemat.
Bagi Haris, perjalanan melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok menuju Tanjung Api-Api memang lebih lama, namun tetap menjadi pilihan paling realistis di tengah tingginya biaya transportasi udara.
Kenaikan harga tiket ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian masyarakat, terutama jika harga avtur dan nilai tukar rupiah belum menunjukkan stabilitas dalam waktu dekat.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)