Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kegiatan silaturahmi yang digelar komunitas suporter Viking Serang Banten di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, berakhir ricuh.
Sejumlah anggota Viking diduga menjadi korban penyerangan oleh sekelompok orang yang disebut berasal dari komunitas suporter sepak bola The Jakmania, Senin (8/6/2026) dini hari.
Akibat insiden tersebut, dua anggota Viking mengalami luka-luka. Selain itu, seorang balita berusia dua tahun dan anak berusia tujuh tahun yang berada di lokasi turut menjadi korban kepanikan dan trauma.
Ketua Viking Serang Banten, Ogi Pratama, mengatakan peristiwa itu terjadi saat kegiatan roadshow dan silaturahmi di Korwil Viking Kragilan hampir selesai dilaksanakan.
Baca juga: Dugaan Mark Up Harga Roti SPPG di Serang Viral, Wagub Banten Minta Kejaksaan Turun Tangan
Menurutnya, acara yang berlangsung di rumah salah seorang anggota Viking tersebut ditutup sekitar pukul 00.00 WIB. Setelah acara selesai, para peserta bersiap untuk makan bersama.
Namun situasi berubah ketika rombongan pengendara motor yang diduga berjumlah lebih dari 20 kendaraan melintas di lokasi kegiatan.
Ogi mengungkapkan, di antara rombongan tersebut terdapat seseorang yang disebut merupakan Ketua The Jakmania Kabupaten Serang berinisial R.
"Ketika melintas, mereka melihat bendera Viking Kragilan yang terpasang di rumah anggota. Beberapa orang kemudian turun dan diduga berusaha mengambil bendera tersebut," ujar Ogi.
Menurutnya, salah seorang anggota Viking berusaha mempertahankan bendera tersebut. Kondisi kemudian memanas hingga berujung pada dugaan aksi kekerasan.
Ogi menyebut sejumlah orang diduga melakukan pemukulan menggunakan helm dan potongan kayu terhadap anggota Viking yang berada di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, dua anggota Viking mengalami luka. Salah satu korban mengalami sobekan di bagian bibir, sementara korban lainnya mengalami memar pada bagian pelipis.
Tak hanya itu, kepanikan yang terjadi juga berdampak pada anak-anak yang berada di lokasi kejadian.
Seorang balita berusia dua tahun disebut terjatuh dan sempat terinjak saat situasi ricuh terjadi. Sementara itu, seorang anak berusia tujuh tahun mengalami syok dan trauma setelah menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
"Anak saya yang berusia dua tahun terjatuh saat kejadian. Saya langsung memeluknya. Saat itu darah dari korban mengenai anak saya. Adapun anak saya yang berusia tujuh tahun mengalami syok karena melihat penyerangan tersebut," kata Ogi.
Usai kejadian, para korban langsung menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit Bhayangkara.
Pihak Viking Kabupaten Serang juga telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penyerangan tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.