TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Jenazah almarhum I Kadek Mas Heriadi (34) akhirnya tiba di kampung halaman di Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Jumat 5 Juni 2026 malam.
PMI yang bekerja di Ibaraki, Jepang tersebut diketahui sudah 14 tahun merantau di bidang peternakan.
Selain bantuan dari asosiasi PMI Jembrana di Jepang, Pemkab Jembrana juga menyerahkan santunan dari donasi ASN senilai belasan juta rupiah kepada keluarga almarhum.
"Bupati dan Wakil Bupati Jembrana memberikan atensi yang sangat besar terhadap PMI kita yang mengalami musibah di luar negeri,"
Baca juga: Pemotor Mabuk Lawan Arus di Nangka Selatan Denpasar Bali, Pemuda Buleleng Tewas Usai Adu Jangkrik
"Santunan dari rekan-rekan ASN ini adalah bentuk komitmen pelayanan, empati, dan kepedulian nyata kami di jajaran pemerintahan terhadap masyarakat Jembrana," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi saat dikonfirmasi, Minggu 7 Juni 2026.
Dia menyebutkan, pihak Pemkab Jembrana juga telah melayat ke rumah duka dan menyerahkan santunan hasil dari gerakan mandiri dan aksi kepedulian sukarela dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana ke pihak keluarga almarhum, Sabtu 6 Juni 2026 malam kemarin.
Nilai santunan yang diberikan sebesar Rp12.209.000 dan diterima orang tua almarhum Kadek Mas.
Menurutnya, gerakan ini diinisiasi secara spontan sebagai bentuk gotong royong untuk meringankan beban keluarga almarhum. Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi seluruh proses pemulangan jenazah almarhum dari Jepang hingga ke tanah air.
Dinas Nakerprin Jembrana langsung mengurus kelengkapan administrasi dan membangun komunikasi intensif dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) serta paguyuban warga Jembrana yang berada di Jepang.
Baca juga: 3 Kali Ledakan Gegerkan Pedungan Denpasar Bali, Warung Bakso dan Rumah Ludes Terbakar
Kadek Mirah juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang ikut mengawal proses birokrasi di Jepang hingga jenazah tiba di rumah duka dengan selamat.
Pihaknya secara khusus berterima kasih kepada BP3MI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, serta jajaran ASN dan masyarakat Jembrana atas dukungan moral maupun materiil.
"Kami juga memberikan apresiasi khusus kepada Paguyuban Semeton Jembrana di Ibaraki, Jepang, terutama kepada Ketua Paguyuban yang telah berkomunikasi langsung via telepon video dengan Bapak Bupati untuk mengawal proses pemulangan jenazah almarhum dari awal hingga selesai," tandasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya almarhum Kadek Mas Heriadi (34) sempat mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang tampak membengkak. Ia kemudian sempat dibawa berobat ke klinik terdekat.
Baca juga: Perairan Bali Bakal Kena Dampak Positif, Jerman Kucurkan 20 Juta Euro Kawal Laut Lepas RI-Australia
Namun, lima hari menjelang wafat, kondisi almarhum terus memburuk hingga tidak dapat bekerja dan kembali dibawa ke rumah sakit terdekat, namun almarhum menolak dirawat, dan minta pulang ke rumah karena berharap bisa segera kembali ke Bali setelah kondisinya membaik.
Namun takdir berkata lain, almarhum Kadek Mas menghembuskan napas terakhir pada Minggu 24 Mei 2026 kemarin. Saat itu almarhum didampingi oleh adik kandungnya, Komang Eri Wahyudi (24 Tahun) yang juga berstatus sebagai pemagang di Jepang yang merawat almarhum selama masa-masa kritis hingga dinyatakan meninggal dunia. (*)