TRIBUNJAKARTA.COM - Harga emas hari ini, Senin (8/6/2026), bergerak bervariasi di pasar domestik.
Harga emas Antam di Logam Mulia naik dibandingkan perdagangan sebelumnya, sementara harga emas Galeri 24 dan Antam yang dipasarkan Pegadaian juga menguat.
Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp 5.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.738.000 per gram menjadi Rp 2.743.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 9.000 per gram menjadi Rp 2.540.000 dari sebelumnya Rp 2.531.000 per gram.
Kenaikan harga juga terjadi pada sebagian besar produk emas yang dipasarkan Pegadaian.
Berdasarkan data terbaru yang diperbarui Senin (8/6/2026), harga emas Galeri 24 dan Antam mengalami penguatan dibandingkan posisi sebelumnya.
Harga emas Galeri 24 naik Rp 5.000 per gram menjadi Rp 2.734.000 dari sebelumnya Rp 2.729.000 per gram.
Di sisi lain, harga emas Antam di Pegadaian juga menguat Rp 5.000 per gram menjadi Rp 2.853.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.848.000 per gram.
Adapun harga emas UBS bergerak berbeda. Produk tersebut turun tipis Rp 2.000 per gram menjadi Rp 2.757.000 dari sebelumnya Rp 2.759.000 per gram.
Berikut perincian harga emas hari ini, Senin (8/6/2026), untuk produk Antam, Galeri 24, dan UBS.
Harga emas Antam hari ini
Di pasar global, harga emas di pasar spot berada di level 4.321,49 dollar AS per ons pada perdagangan Senin (8/6/2026) pagi.
Harga logam mulia tersebut turun 0,2 persen dan memperpanjang pelemahan dari sesi sebelumnya.
Pada perdagangan Jumat lalu, harga emas bahkan sempat anjlok sekitar 3 persen ke level terendah sejak 24 Maret 2026.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak Agustus juga terkoreksi 0,5 persen ke level 4.345,60 dollar AS per ons.
Tekanan terhadap harga emas muncul setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kondisi ekonomi yang masih solid.
Selama tiga bulan berturut-turut hingga Mei 2026, pasar tenaga kerja AS terus mencatat pertumbuhan positif.
Kondisi tersebut memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa bank sentral AS atau The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama guna mengendalikan inflasi.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, menyatakan kondisi pasar tenaga kerja AS saat ini berada pada jalur yang seimbang menuju tingkat kesempatan kerja penuh.
Namun, inflasi yang masih tinggi berpotensi mendorong perlunya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Di sisi lain, investor juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Memanasnya ketegangan antara Iran dan Israel mendorong harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 dollar AS per barel pada awal pekan.
Presiden AS, Donald Trump dilaporkan berupaya mendorong Israel menahan aksi balasan terhadap Iran guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Namun, ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.
Kombinasi ekspektasi suku bunga tinggi dan meningkatnya risiko inflasi akibat kenaikan harga energi menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan harga emas global pada awal pekan ini.