Kerap Kuras Genangan Air di Jalan Rusak, Warga Desa Tabalong Mati HSU Minta Perbaikan Permanen
Ratino Taufik June 08, 2026 06:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Jalan Desa Tabalong Mati Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengalami kerusakan setelah dijadikan jalan alternatif pada saat adanya perbaikan siring di Desa Sungai Turak.

Saat ini dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU sudah melakukan perbaikan sementara dengan melakukan pengurukan, namun warga berharap bisa ada perbaikan permanen untuk jalan desa yang menghubungkan ke Desa Penawakan tersebut. Saat hujan turun jalan rusak digenangi air dan dikuras terlebih dahulu.

Ahmad Yani salah satu warga yang rumahnya berada tepat di depan jalan rusak tersebut mengatakan jalan mengalami kerusakan sejak dijadikan jalan alternatif, namun saat ini meskipun jalan di Sungai Turak sudah bisa dilalui tetap saja ada kendaraan truk bermuatan yang melewati jalan tersebut pada malam hari.

Kerusakan jalan sempat membuat beberapa pengguna jalan terjatuh, beberapa mobil juga kesulitan melintas karena terkena bagian bawah mobil yang rendah.

"Pada saat lebaran Idul Adha lalu ada dua pengendara yang terjatuh, kami berharap perbaikan bisa dilakukan secara permanen," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Penggeledahan Kantor ESDM Kalsel Terkait Dugaan Korupsi IUP di Tabalong, Satu Ditetapkan Tersangka

Jalan rusak tersebut juga sempat viral saat warga meletakkan pohon pisang yang digantungi patung pocong sebagai tanda bahwa kerusakan jalan cukup parah dan dalam.

"Remaja kampung yang meletakkan pohon pisang ditengah jalan, kami tidak larang memang agar mendapat perhatian," tambahnya.

Selain jalan rusak parah tersebut ada juga beberapa titik jalan lain yang juga mengalami kerusakan meski tidak terlalu parah namun jumlahnya banyak.

Masrufah yang rumahnya juga berada di tepi jalan mengatakan hingga saat ini masih ada saja truk yang melintas dengan beban muatan karena saat malam melintas rumahnya yang terbuat dari kayu tersebut terasa bergetar.

"Sampai terasa dirumah saat ada truk yang melintas di malam hari, kaca depan rumah bergertar," tambahnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.