Bupati Muara Enim Ditangkap KPK, Wabup Mengaku Tak Tahu, Gubernur Sumsel Herman Deru: Saya Syok
Listusista Anggeng Rasmi June 08, 2026 07:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar mengenai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Muara Enim mendadak menggegerkan Sumatera Selatan dan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Di tengah derasnya informasi yang beredar, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengaku terkejut ketika pertama kali mendengar kabar tersebut.

Ia bahkan mengaku belum menerima laporan resmi mengenai operasi yang menjadi perhatian publik itu hingga Senin (8/6/2026) sore.

Raut keterkejutan Herman Deru terlihat saat dirinya dimintai tanggapan oleh wartawan terkait perkembangan kasus yang sedang ramai diperbincangkan.

"Saya syok baru tahu ini. Tidak tahu, tidak ada informasi sama sekali sampai sekarang," ujar Deru sambil mengelus dada saat dikonfirmasi di kantor Bank Sumsel Babel (BSB), Senin (8/6/2026).

Pernyataan tersebut semakin menambah perhatian publik karena informasi mengenai OTT KPK telah lebih dulu menyebar luas melalui berbagai saluran informasi dan media sosial.

Tak ingin hanya mengandalkan kabar yang beredar, Herman Deru mengaku langsung melakukan pengecekan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Ia menghubungi Wakil Bupati Muara Enim yang kebetulan berada dalam kegiatan yang sama dengannya saat itu.

Namun jawaban yang diterimanya justru membuat situasi semakin mengejutkan.

"Saya konfirmasi ke Wakil Bupati Muara Enim, beliau juga tidak tahu," katanya.

OTT KPK BUPATI - Bupati Muara Enim, Edison, kena OTT KPK, kini ditangkap. Kantor Disdik dan Pemda Muara Enim digeledah, ruang kerja bupati disegel
OTT KPK BUPATI - Bupati Muara Enim, Edison, kena OTT KPK, kini ditangkap. Kantor Disdik dan Pemda Muara Enim digeledah, ruang kerja bupati disegel ((Ist)/Kompas.com/Aji YK Putra)

Baca juga: KPK Geledah Gedung Disdik & Pemkab Muara Enim, Bupati Edison Ditangkap, Kantornya Disegel

Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan bahwa KPK melakukan operasi tangkap tangan di Muara Enim pada Minggu malam dan dilanjutkan dengan sejumlah tindakan penyegelan di lingkungan pemerintahan daerah.

Foto serta video yang ramai beredar di media sosial bahkan memperlihatkan sejumlah area kantor pemerintahan, termasuk bagian kantor Bupati Muara Enim, yang disebut telah dipasangi segel KPK sehingga memunculkan perhatian besar dari masyarakat.

Hingga kini, KPK masih belum memberikan keterangan resmi terkait pihak yang diamankan maupun perkara yang sedang ditangani, sementara publik terus menunggu penjelasan lengkap mengenai operasi yang telah mengguncang dunia pemerintahan di Muara Enim tersebut.

Konfirmasi KPK Tim Baru Selesai segel pukul 16.00 WIB

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan jika KPK melakukan penyelidikan secara tertutup di Pemkab Muara Enim.

"Dalam penyelidikan tertutup tim mengamankan 10 orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan,"kata Budi.

Menurut Budi, yang dari Sumsel ada lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim yang dibawa ke Jakarta, salah satunya Bupati Muara Enim.

PENYITAAN -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan hingga pengeledahan tindak pidana korupsi di dua tempat di Kabupaten Muara Enim hari ini, Senin (8/6/2026). ((Ist)/Facebook/Sriwijaya Post)

Baca juga: Dari Pejabat Negara ke Tahanan KPK, Wamen Imipas Silmy Karim Terjaring OTT: Kasus Dugaan Pemerasan

"Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim salah satunya Bupati dan lima orang lagi dari swasta,"ujarnya.

Budi menyebut, saat ini tim masih di lapangan. Jika ada perkembangan terbaru akan diberi tahu.

"Tim masih di lapangan nanti jika ada perkembangan terbaru akan dikabarkan,"ujarnya.

Informasi yang dihimpun tim dari KPK melakukan penyegelan.

Mereka dibagi dua tim melakukan penyegelan rumah dinas Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Muara Enim.

Setelah itu tim KPK yang dikawal Polisi melakukan penyegelan di kantor Diknas Muara Enim.

Ada lima ruangan yang disegel yakni ruang perencanaan, ruang sarana dan prasarana, ruang sekretaris, ruang keuangan, dan ruang bidang kebudayaan.

Kemudian tim KPK melakukan penyegelan di ruang Bupati Muara Enim dan rumah dinas Bupati Muara Enim.

Tim KPK baru selesai melakukan penyegelan sekitar pukul 16.00 WIB.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunSumsel/ Hartati)


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.