Pemprov Lampung Akan Hidupkan 15 Desa Budaya, Dukung Sektor Pariwisata
Reny Fitriani June 08, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah sebagai identitas masyarakat Lampung.

Baca Juga: Kementerian PANRB Dorong Pemprov Lampung Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Pemda

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah mewajibkan penggunaan bahasa Lampung setiap hari Kamis di lingkungan pemerintahan. 

Selain itu, Pemprov Lampung juga menyiapkan program kebangkitan desa-desa adat dan wisata berbasis budaya Lampung.

Hal tersebut disampaikan Mirza saat menghadiri resepsi pernikahan Ahmad Ridho dan Frety Septiani yang dirangkaikan dengan prosesi peresmian gelar adat tertinggi pewaris takhta kepemimpinan marga atau Timbang Marga di Desa Kesugihan, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (8/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Mirza mengatakan prosesi adat tersebut bukan hanya menjadi momentum penyatuan dua keluarga, tetapi juga peristiwa budaya yang penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat adat Lampung.

"Hari ini tidak semata menjadi momentum penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi peristiwa adat budaya yang sangat berharga melalui pelaksanaan prosesi peresmian gelar adat tertinggi pewaris takhta kepemimpinan atau Timbang Marga," kata Mirza.

Menurutnya, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi yang terus berlangsung.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemprov Lampung telah menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Lampung setiap hari Kamis di lingkungan pemerintahan.

Mirza menyebut kebijakan itu mulai menunjukkan dampak positif karena tidak hanya diikuti masyarakat lokal, tetapi juga menarik minat masyarakat pendatang untuk mempelajari bahasa daerah.

"Alhamdulillah, banyak masyarakat pendatang yang mulai belajar bahasa Lampung. Bahkan sekarang sudah ada kursus dan les privat bahasa Lampung. Ini menunjukkan bahwa budaya kita dihargai oleh banyak pihak," ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi masyarakat Lampung untuk semakin bangga terhadap warisan budaya yang dimiliki.

Selain penguatan bahasa daerah, Mirza mengungkapkan Pemprov Lampung juga tengah menyiapkan program pengembangan desa budaya dan kawasan wisata berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, sedikitnya 15 desa budaya akan dihidupkan kembali sebagai upaya memperkuat identitas budaya Lampung sekaligus mendukung sektor pariwisata.

"Kami akan menghidupkan kembali 15 desa budaya. Desa-desa itu akan dikembangkan agar mencerminkan kehidupan masyarakat Lampung seperti ratusan tahun lalu, baik dari perilaku masyarakatnya, kebudayaannya, maupun ekosistem yang mendukungnya," jelasnya.

Melalui program tersebut, Pemprov Lampung ingin menghadirkan kampung-kampung budaya yang mampu memperkenalkan nilai, tradisi, serta sejarah masyarakat Lampung kepada wisatawan.

"Kita ingin setiap orang yang datang ke Lampung merasa bangga dengan Lampung," katanya.

Pada kesempatan itu, Mirza juga menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan keluarga besar yang hadir.

Ia berharap pernikahan tersebut membawa kebahagiaan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan adat dan budaya Lampung.

Acara tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda Lampung Selatan, tokoh adat, perangkat marga, serta masyarakat adat dari berbagai wilayah di Lampung Selatan. 

Prosesi Timbang Marga yang digelar menjadi simbol keberlanjutan kepemimpinan adat sekaligus penegasan pentingnya pelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.