Empat Korban Kebakaran di Sumba Timur Dimakamkan dalam Satu Kubur
Oby Lewanmeru June 08, 2026 07:42 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sebanyak empat jenazah korban kebakaran di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, NTT dimakamkan dalam satu liang kubur pada Senin (8/6/2026).

Mada Bili Konda, salah satu tetua keluarga korban mengatakan, keputusan menguburkan keempat jenazah secara bersamaan adalah hasil musyawarah keluarga.

"Ini hasil musyawarah dalam keluarga. Semuanya berjalan dengan baik," katanya di lokasi pemakaman itu.

Ia mengatakan, dengan selesainya pemakaman tersebut, seluruh rangkaian acara juga telah berakhir.

Baca juga: Pelayat Silih Berganti ke Rumah Duka Korban Kebakaran Kios di Kanatang

"Acara sudah selesai. Kami sudah mengundang semua keluarga dalam ibadah pemakaman hari ini," ujarnya.

Disaksikan POS-KUPANG.COM, satu per satu jenazah dimasukkan ke dalam liang kubur berukuran sekitar 2x3 meter itu.

Setelahnya, perwakilan keluarga, sekolah, kerabat dan tokoh masyarakat memberikan penghormatan terakhir sebelum kubur ditutup.

Sebelum dimakamkan, keluarga mengadakan ibadah syukur tutup duka.

Acara ini dihadiri ribuan keluarga dan kenalan serta pelayat di rumah korban di Kelurahan Temu.

Pantauan POS-KUPANG.COM, ratusan anggota keluarga duduk di kursi yang telah disiapkan di bawah tenda duka. 

Pemakaman empat korban kebakaran
Suasana pemakaman empat jenazah korban kebakaran di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Senin (8/6/2026).

 

Tercatat sebanyak 12 tenda dipasang untuk menampung para pelayat.

Persis di depan rumah, empat jenazah disemayamkan dalam peti berwarna putih. 

Di atas masing-masing peti terdapat foto para korban.

Selain duduk di kursi, ratusan pelayat dan keluarga juga memilih duduk lesehan di sejumlah area kosong. 

Sebagian lainnya lesehan di area kebun di sekitar rumah itu dan di sepanjang jalan raya karena keterbatasan tempat kursi.

Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau sedikit macet. Hal itu karena kendaraan terparkir dan banyak pelayat yang berdiri di sepanjang jalan sambil mengikuti ibadah.

Ibadah tutup duka dipimpin oleh Pendeta Trilisa H. Maramba Meha. (dim)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.