Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mempercepat penyaluran dana stimulan penanganan rumah rusak kepada masyarakat terdampak banjir dengan total realisasi bantuan mencapai Rp118,9 miliar.

"Penyaluran dana stimulan merupakan upaya pemerintah mempercepat pemulihan pasca-bencana sekaligus memastikan masyarakat dapat kembali menempati hunian layak dan aman," kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky di Aceh Timur, Senin.

Ia mengatakan bantuan untuk rumah rusak ringan telah disalurkan kepada 2.707 penerima dengan nilai mencapai Rp40,6 miliar, sedangkan bantuan rumah rusak sedang telah diterima 2.611 penerima dengan total anggaran Rp78,3 miliar.

Ia mengatakan percepatan penyaluran bantuan terus dilakukan agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.

"Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak dan aman setelah terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025," katanya.

Ia menjelaskan hingga awal Juni 2026 realisasi penyaluran tahap pertama telah mencapai 633 rumah dengan nilai sekitar Rp10,9 miliar.

Rinciannya, 355 rumah rusak ringan menerima bantuan Rp4,26 miliar dan 277 rumah rusak sedang menerima bantuan Rp6,64 miliar.

"Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui rekening penerima manfaat yang difasilitasi Bank Syariah Indonesia (BSI). Kami berharap proses pencairan berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat segera memulai pembangunan dan perbaikan rumah," kata Iskandar Usman.

Dari semua kecamatan penerima program dana stimulan, Kecamatan Simpang Ulim menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak, yakni 720 rumah rusak ringan dan 591 rumah rusak sedang.

Di Kecamatan Simpang Jernih, bantuan telah tersalurkan untuk 100 rumah rusak ringan dan 50 rumah rusak sedang. Di Kecamatan Pante Bidari, bantuan telah diterima untuk 45 rumah rusak ringan dan 609 rumah rusak sedang.

Penyaluran di Kecamatan Madat, dari total 190 rumah rusak ringan dan 262 rumah rusak sedang yang terdata, bantuan telah disalurkan untuk 14 rumah rusak ringan dan 42 rumah rusak sedang.

Sejumlah kecamatan lain, seperti Peureulak Barat, Ranto Peureulak, Peunaron, Idi Rayeuk, Banda Alam, Julok, Peudawa, dan Idi Tunong juga menunjukkan progres penyaluran yang terus meningkat.

Pemkab Aceh Timur menargetkan seluruh bantuan dana stimulan dapat tersalurkan tepat sasaran sehingga proses pemulihan pasca-bencana berlangsung lebih cepat.

"Dengan bantuan tersebut, ribuan keluarga yang selama ini hidup di tengah keterbatasan akibat kerusakan rumah diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih nyaman," kata Iskandar Usman Alfarlaky.