Apakah Jennifer Lopez Penggemar Tottenham? Aktor Ted Lasso Brett Goldstein Ungkap Alasan Mengapa Bintang Hollywood Itu ‘Tak Punya Pilihan Lain’ Selain Dukung Spurs
Rina Kusumawati June 08, 2026 08:40 PM

Dunia Hollywood dan London utara bertemu dalam cara yang tak terduga ketika bintang Ted Lasso, Brett Goldstein, berusaha membujuk Jennifer Lopez menjadi pendukung Tottenham Hotspur. Aktor peraih Emmy yang dikenal sebagai fanatik Spurs ini bekerja sama dengan ikon dunia tersebut dalam proyek baru mereka sambil mengenang legenda klub, Harry Kane.


Misi Goldstein untuk membujuk J-Lo


Goldstein, yang terkenal lewat perannya sebagai Roy Kent dalam serial populer Ted Lasso, mengungkapkan upayanya untuk menarik J-Lo ke dalam lingkaran penggemar Tottenham. Saat mempromosikan film komedi Netflix terbaru mereka berjudul 'Office Romance', Goldstein menyinggung bahwa penyanyi sekaligus aktris itu sedang diarahkan untuk menjalani gaya hidup 'COYS'. Ketika ditanya apakah ia telah berhasil merekrut rekan mainnya menjadi penggemar Spurs, Goldstein menegaskan bahwa J-Lo sebenarnya tidak punya banyak pilihan. “Dia tidak punya pilihan lain,” ujar Goldstein kepada talkSPORT.


Kecintaan sang aktor terhadap The Lilywhites sudah diketahui publik, meskipun ia mengakui bahwa menjadi penggemar Tottenham sering kali berarti harus tahan uji. Mengenang masa-masa sulit klubnya, ia pernah berkata: “Oh, ini sungguh menyiksa. Menjadi penggemar sepak bola, terutama bagi tim seperti yang kita dukung, adalah bentuk menyakiti diri sendiri. Rasanya menyakitkan. Dan saat kami merasa lega karena tidak terdegradasi, rasanya seperti kami memenangkan Piala Dunia.”


Penampilan mengejutkan Harry Kane di Hollywood


Sementara klub tengah berjuang mencari konsistensi di lapangan, mantan kapten mereka, Harry Kane, mencuri perhatian di dunia perfilman. Penyerang tim nasional Inggris yang pindah ke Bayern München pada tahun 2023 itu tampil dalam cameo di 'Office Romance', dan penampilannya meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pemain dan kru. Goldstein memuji sang penyerang, menyeimbangkan kekagumannya terhadap kemampuan Kane di lapangan dengan rasa hormat atas kepribadiannya di luar lapangan.


“Aku benar-benar mengagumi Harry Kane,” tambah Goldstein. “Dia bukan hanya salah satu pesepak bola terbaik kita, tapi dari semua yang aku lihat, dia juga memiliki hati yang paling murni. Dia berhati murni. Tidak ada yang lebih aku sukai daripada pesepak bola yang berhati murni. Dia tampak seperti pria yang benar-benar baik. Dan sebagai pesepak bola, dia luar biasa. Aku sangat senang dia ikut dalam film ini.”


J-Lo terkesan dengan kemampuan komedi Kane


Ternyata penampilan Kane bukan sekadar gimmick, karena J-Lo sendiri merasa terhibur dengan kontribusi sang striker dalam film tersebut. Ia mengenang bagaimana adegan yang melibatkan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Spurs itu langsung menjadi favorit sejak tahap awal produksi. Meski tim produksi sempat khawatir soal bagaimana seorang pesepak bola akan menangani naskah komedi, hasil akhirnya justru memuaskan.


“Itu adalah adegan yang luar biasa,” jelas J-Lo. “Aku ingat ketika kami melakukan pembacaan naskah pertama bersama seluruh pemain sebelum syuting dimulai, kalian sempat bilang khawatir soal adegan itu dan bagaimana hasilnya nanti. Aku membacanya, dan semua orang tertawa terbahak-bahak. Aku berkata, ‘Ya Tuhan, ini sangat lucu,’ dan kami benar-benar menikmati proses syutingnya.”


Tantangan Tottenham setelah era Kane


Sementara Kane menikmati masa produktif di Bundesliga dan menjalin pertemanan di Hollywood, Tottenham masih berjuang mengisi kekosongan yang ditinggalkannya. Perbedaannya tampak jelas secara statistik; Kane mencetak 61 gol di semua kompetisi untuk Bayern München hanya dalam musim 2025-26, sementara seluruh skuad Tottenham hanya menghasilkan 48 gol di Liga Premier pada periode yang sama. Klub asal London utara itu kesulitan menemukan pengganti dengan produktivitas serupa seperti mantan bintang mereka. Pelatih Roberto De Zerbi kini menghadapi tugas berat untuk membangun kembali Spurs agar tidak mengulang hasil buruk dari dua musim terakhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.