Perang Iran Vs Israel Kembali Pecah, IRGC Serang Lagi Pangkalan Udara di Nevatim dan Tel Nof
Juang Naibaho June 08, 2026 08:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Perang antara Iran versus Israel kembali pecah.

Garda Revolusi Iran (IRGC) kembali meluncurkan rudal ke wilayah Israel, setelah jet tempur IDF menggempur tiga kota di Iran, Senin (8/6/2026). 

Adapun serangan udara Israel ke wilayah Iran, sebagai respons balasan atas rudal Iran pada Minggu (7/6/2026) malam. Iran menyebut serangan itu sebagai peringatan terhadap Israel yang menyasar kelompok Hezbollah di Beirut, Lebanon.

Iran mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap dua pangkalan udara Israel, Nevatim dan Tel Nof. 

Pangkalan Udara Nevatim berjarak sekitar 135 kilometer dari pusat kota Tel Aviv. Sedangkan Pangkalan Udara Tel Nof berjarak sekitar 40 km dari Tel Aviv.

Dilansir AFP, IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan Israel terhadap sejumlah fasilitas radar di tiga lokasi Iran. 

“Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap serangan rudal yang diluncurkan oleh rezim Zionis terhadap beberapa situs radar di tiga lokasi berbeda di Iran,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan. 

IRGC juga menyatakan bahwa seluruh unit tempur dan operasionalnya berada dalam kondisi siap untuk menjalankan operasi di berbagai front. 

Baca juga: NASIB Eslo Simanjuntak, Anak Mantan Dandim Pematangsiantar, Dituntut 3 Tahun Penjara oleh JPU

Ledakan di Beberapa Wilayah Iran 

Berdasarkan keterangan sumber lokal, satu ledakan terdengar di wilayah barat Teheran, dua ledakan terjadi di Provinsi Isfahan, dan satu ledakan dilaporkan terdengar di dekat Tabriz, ibu kota Provinsi Azarbaijan Timur.

Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan melalui Telegram bahwa Angkatan Udara Israel telah menyerang sejumlah target militer di wilayah barat dan tengah Iran pada Senin pagi. 

Sebelumnya pada Minggu (7/6/2026), IRGC menyatakan telah meluncurkan rudal balistik ke Pangkalan Udara Ramat David di wilayah utara Israel sebagai respons serangan Israel di Lebanon selatan. 

IRGC menyebut pangkalan udara Israel tersebut digunakan untuk melancarkan serangan ke Lebanon. 

Pada hari yang sama, Komandan Pusat Markas Khatam al-Anbiya Iran, Ali Abdollahi, memperingatkan Israel bahwa pihaknya akan menghadapi serangan yang lebih “menghancurkan dan membuat menyesal” jika memperluas serangan ke Lebanon selatan dan kawasan pinggiran selatan Beirut, Dahieh.

Tanggapan Trump

Aksi saling serang ini menandai pertama kalinya Iran dan Israel saling serang secara langsung sejak gencatan senjata yang dimediasi AS berlaku pada awal April lalu.

Presiden AS Donald Trump sebenarnya telah berupaya meredakan situasi dengan mendesak Iran dan Netanyahu untuk mundur.  

Dalam wawancaranya bersama Fox News, Trump memberikan pesan langsung kepada Teheran.

"Apa yang saya sarankan kepada Iran: Anda telah menembakkan rudal Anda, itu sudah cukup. Kembalilah ke meja perundingan dan buatlah kesepakatan," kata Trump kepada koresponden asing utama Fox News, Trey Yingst. 

Tak hanya itu, Trump juga menegaskan posisinya terhadap Netanyahu saat berbicara kepada Financial Times. 

"Saya yang memegang kendali penuh. Dia (Netanyahu) tidak memegang kendali," tegas Trump. 

Sementara itu, Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) mengunggah video jet tempur dengan pesan bahwa pasukan AS di seluruh Timur Tengah tetap waspada dan siap siaga. 

Meskipun AS menyiagakan pesawat tempur di pangkalan Negev dan bandara Tel Aviv, belum ada indikasi bahwa aset-aset tersebut menjadi target serangan.  (*/tribunmedan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.