Masyarakat Lampung Diimbau Waspadai Dampak El Nino
Daniel Tri Hardanto June 08, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - BMKG Stasiun Klimatologi Lampung mengingatkan masyarakat waspada terhadap dampak fenomena iklim El Nino kini mulai membayangi Bumi Ruwa Jurai.

Pasalnya, kemarau panjang yang membayangi Lampung mulai pertengahan hingga akhir 2026 ini berpotensi berdampak pada kekeringan lahan pertanian, kelangkaan sumber air bersih, hingga ancaman kebakaran lahan.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lampung, Rizki Priatama, mengatakan bahwa Lampung saat ini masih berada di status El Nino lemah dengan indeks 0,69.

"Untuk saat ini belum terlalu berpengaruh terhadap curah hujan pada umumnya, masih dalam kondisi normal," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Namun, pihaknya meminta semua pihak waspada terhadap pitensi peningkatan status El Nino menjadi El Nino kuat pada bulan Juli dan beberapa bulan ke depan.

"Jika terjadi El Nino kuat, akan sangat berpengaruh terhadap pengurangan curah hujan, yang mengakibatkan kemarau yang semakin kering dan panjang," jelas Rizki.

Pihaknya memprediksi musim kemarau di Lampung diprakirakan akan berakhir pada bulan November. 

"Namun, jika El Nino kuat terjadi, akhir kemarau dan masa transisi ke musim hujan diprediksi bisa mundur hingga awal atau pertengahan Desember 2026," Kata dia.

Wilayah Lampung bagian tengah hingga ke selatan menjadi area yang berpeluang mengalami musim kemarau yang lebih panjang tersebut.

Menyikapi hal ini, BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi dan himbauan penting untuk sektor pertanian serta pengelolaan sumber air warga.

Untuk menghadapi kemarau, para petani diimbau harus siap dengan sumber air cadangan, misalnya yang bersumber dari embung.

Petani juga diharapkan dapat memanfaatkan bantuan pompanisasi dan perpipaan dari pemerintah, serta bantuan listrik dari PLN.

"Intinya, petani harus siap dan tetap berkoordinasi dengan penyuluh pertanian serta dinas pertanian setempat guna mengantisipasi kemarau," ujarnya.

Bagi masyarakat umum, BMKG mengimbau warga mulai melakukan penghematan air secara bijak, memaksimalkan penampungan air yang ada, serta menyiapkan sumber air alternatif sebelum kekeringan meluas.

BMKG juga meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat tanah gersang.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat waspada terhadap potensi karhutla, sekaligus selalu menjaga kesehatan tubuh di tengah terik cuaca kemarau," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.