Keluar dari Zona Nyaman Timnas, Sanggupkah Shin Tae yong Taklukkan Liga Indonesia Bersama Persija?
Pipit Maulidya June 08, 2026 10:05 PM

 

SURYA.CO.ID - Spekulasi mengenai pelatih baru Persija Jakarta akhirnya terjawab.

Mantan nakhoda Timnas Indonesia, Shin Tae yong, resmi turun gunung ke kompetisi domestik untuk mengisi kursi kepelatihan yang ditinggalkan Mauricio Souza.

Diperkenalkan secara daring melalui PersijaTV di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026), langkah ini memicu pertanyaan besar, sanggupkah magis STY bertahan di level klub?

Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa keputusan merekrut pelatih yang pernah membawa Seongnam Ilhwa juara Asia 2010 dan menumbangkan Jerman di Piala Dunia 2018 ini didasari kebutuhan akan sosok berkarakter kuat.

"Persija butuh figur dengan pengalaman level tertinggi, level kepemimpinan kuat, memahami tuntutan sepak bola modern, dan membangun budaya kompetitif dan keberlanjutan."

"Semoga pilihan kita ini titik balik masa depan Persija," harap Prapanca, dikutip dari Kompas.com.

Namun, sejarah mencatat bahwa tekanan di kompetisi lokal sering kali lebih kejam daripada di level internasional.

Liburan singkat pasca-tugas negara kini berganti menjadi maraton taktis dari pekan ke pekan.

Baca juga: Shin Tae-yong Bawa Gerbong Timnas ke Persija, Ini Daftar Nama yang Dibawa, Persebaya Kena Efek

Faktor Kedekatan Jakarta dan Ambisi yang Belum Usai

Bagi Shin Tae-yong, kembali ke Jakarta bukanlah hal asing.

Lima tahun menukangi skuad Garuda membuatnya memiliki ikatan emosional tersendiri dengan atmosfer sepak bola ibu kota.

Hal ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa ia berani mengambil risiko tersebut.

"Sebelumnya memang melatih di Timnas Indonesia selama lima tahun, jadi sangat mengenal dengan stadion utama di Jakarta seperti SUGBK dan JIS," ungkap STY melalui penerjemahnya, Jeje.

STY juga sadar betul bahwa ia sedang memegang kemudi salah satu kapal terbesar di jagat sepak bola Tanah Air yang dikelilingi rival-rival dengan ambisi serupa.

"Jadi STY paling kenal dengan tim Persija Jakarta. Waktu itu Shin Tae-yong merasakan juga Persija tim terbaik di Indonesia."

"Memang banyak tim yang bagus di Super League seperti Persib, Persija, Borneo, Bali United," lanjutnya.

Menguji Adrenalin di Super League

Menariknya, kepindahan ini didorong oleh rasa penasaran yang belum tuntas.

Jika selama ini STY hanya memantau para pemain dari tribun, kini ia harus meracik strategi langsung di pinggir lapangan Liga 1, sebuah kompetisi yang terkenal tidak ramah bagi pelatih yang gagal memberikan hasil instan.

Pertemuan intensif dengan manajemen Macan Kemayoran rupanya sukses memicu ego kompetitif pelatih asal Korea Selatan tersebut untuk mencicipi dinamika liga lokal.

"Namun, dengan adanya pertemuan dengan pihak Persija jadi pengen menantang Super League Indonesia."

Lebih dari sekadar target papan atas bersama Persija, STY tampaknya membawa misi yang lebih besar. Ia ingin membuktikan bahwa pembenahan sepak bola Indonesia tidak hanya bisa dilakukan dari atas (Timnas), melainkan harus dimulai dari akarnya, yakni klub.

"Mau itu secara prestasi, sistem, dan ingin membantu mengembangkan lebih lagi perkembangan sepak bola Indonesia," pungkas STY menutup sesi wawancara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.