Perluas Wawasan dan Jejaring, Puluhan Pelaku UMKM Kuliner Jabodetabek Ikut Program Pemberdayaan
Jaisy Rahman Tohir June 08, 2026 11:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang kuliner mendapatkan kesempatan meningkatkan keterampilan dan memperluas wawasan bisnis melalui kegiatan Cooking Class yang digelar di RPTRA Amanah, Koja, Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut diikuti para pelaku UMKM dan komunitas kuliner Befood Community Jakarta sebagai upaya mendorong peningkatan kapasitas usaha di sektor pangan.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pelatihan mengenai teknik pengolahan makanan, pengembangan menu, hingga pemanfaatan bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi meningkatkan daya saing usaha.

Selain praktik memasak, peserta juga memperoleh wawasan mengenai inovasi produk dan peluang pengembangan bisnis yang dapat diterapkan dalam usaha masing-masing.

Manager Pemasaran Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Nara Dhipa, mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menurutnya, berbagai program pemberdayaan perlu terus dilakukan agar pelaku usaha dapat berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.

"UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Oleh karena itu, kami terus berupaya menghadirkan program-program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui kegiatan Cooking Class yang menggabungkan edukasi, praktik, dan pengembangan jaringan usaha," ujar Nara, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan program perdana yang digelar komunitas Befood Community Jakarta bersama PT TTS Mitra Abadi dengan menggandeng Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten.

Selain pelatihan, acara juga diramaikan dengan bazar produk pangan yang menjadi sarana promosi bagi berbagai produk usaha peserta.

Bazar tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat sekaligus menjajaki peluang pasar yang lebih luas.

Para peserta mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

"Selain memperoleh ilmu baru dan pengalaman praktik secara langsung, mereka juga memiliki kesempatan untuk membangun jejaring dengan sesama pelaku UMKM, berbagi cerita usaha, dan saling memberikan inspirasi untuk terus berkembang," ucap Nara.

Kegiatan seperti ini dinilai penting karena tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis pelaku UMKM, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Melalui program edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM kuliner yang mampu menghadirkan produk inovatif serta memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.