Kunjungi RSUD dr Agoesdjam, Wabup Ketapang Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pasien
Try Juliansyah June 09, 2026 12:29 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Agoesdjam Ketapang, Senin 8 Juni 2026. 

Langkah taktis ini diambil guna membedah sekaligus memastikan urat nadi pelayanan kesehatan publik di daerah tersebut berjalan tanpa sumbatan birokrasi.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Jamhuri menyisir sejumlah titik krusial yang menjadi pintu gerbang utama interaksi pasien, mulai dari loket pendaftaran, meja resepsionis, hingga unit-unit pelayanan esensial lainnya.

Tidak sekadar memantau fisik bangunan, orang nomor dua di Ketapang ini juga membuka ruang dialog dengan manajemen rumah sakit, petugas administrasi, hingga para pasien yang tengah mengantre guna menyerap aspirasi riil dari akar rumput.

Menurut Jamhuri, indikator keberhasilan sebuah fasilitas kesehatan milik pemerintah tidak boleh hanya diukur dari kemegahan infrastruktur atau kecanggihan alat medis semata.

Ada variabel non-teknis yang jauh lebih fundamental: empati dan etika para petugas.

Baca juga: Mengenal Ibu Kota Sintang, Kecamatan Terkecil di Kabupaten Sintang dengan 29 Desa dan Kelurahan

"Rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi juga tempat masyarakat mencari harapan dan kepastian," ujar Jamhuri.

"Karena itu, setiap petugas, terutama yang berada di garda terdepan seperti resepsionis dan pendaftaran, harus mampu memberikan pelayanan yang humanis, ramah, dan membantu masyarakat dengan sepenuh hati," tegasnya.

SIMRS Jangan Kaku, Lansia Wajib Dikawal

Di tengah masifnya migrasi sistem birokrasi ke ruang digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Jamhuri memberikan catatan kritis.

Ia mengingatkan manajemen agar digitalisasi tidak mengubah karakter pelayanan menjadi kaku dan mekanis.

Teknologi, menurutnya, dibentuk untuk mempercepat durasi administrasi, bukan untuk mengikis interaksi emosional yang menenangkan pasien.

Tiga Poin Evaluasi Strategis Wabup Ketapang:

Etika Garda Terdepan: Mengembalikan kultur 3S (Senyum, Sapa, Salam) pada loket-loket pendaftaran yang rentan memicu stres bagi pasien.

Manajemen Komplain Aktif: Meminta manajemen menjadikan setiap keluhan warga sebagai bahan evaluasi dinamis, bukan sekadar dokumen simpanan.

Asistensi Kelompok Rentan: Memberikan pengawalan khusus bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan warga pedalaman yang gagap teknologi (gaptek) terhadap sistem digital.

"Jangan biarkan masyarakat kebingungan dengan prosedur. Tugas kita adalah membantu, mengarahkan, dan memberikan solusi. Pelayanan publik yang baik harus mampu memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat," tambahnya dengan nada lugas.

Komitmen Reformasi Birokrasi Kesehatan

Kunjungan yang mempertemukan Jamhuri Amir dengan Direktur RSUD dr. Agoesdjam, drg. Basaria Rajagukguk, ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang sedang melakukan akselerasi reformasi birokrasi di sektor kesehatan.

Pihak manajemen kini dituntut untuk melakukan pembinaan berkala terhadap sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Target akhirnya jelas: mengawinkan kecepatan teknologi modern dengan kehangatan pelayanan berbasis kemanusiaan. 

Lewat komitmen integratif ini, RSUD dr Agoesdjam diharapkan mampu mengikis stigma negatif rumah sakit pelat merah dan bertransformasi menjadi lembaga kesehatan yang tepercaya serta humanis bagi seluruh lapisan masyarakat Ketapang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.