Perkuat Peran Perempuan dalam Transisi Energi, Muara Enim Luncurkan Program Rumpun Hijau
tarso romli June 09, 2026 12:27 AM

 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia, dan Yayasan Remaja Indonesia Sehat (RISE Foundation) resmi meluncurkan Program RUMPUN HIJAU.

Program yang memiliki kepanjangan Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau ini diresmikan di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026).

Peluncuran program ini dihadiri langsung oleh Bupati Muara Enim Edison, perwakilan Kemenko PMK, jajaran direksi lembaga mitra, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Bupati Muara Enim, Edison, menyampaikan bahwa transisi energi hanya akan menjadi proses yang berkeadilan apabila seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk memahami, terlibat, dan menentukan arah perubahan.

"RUMPUN HIJAU adalah program pemberdayaan perempuan dan remaja perempuan yang mendorong peningkatan literasi, aksi kolektif, dan ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung Transisi Energi yang Berkeadilan (Just Energy Transition/JET) di Muara Enim. Daerah kita dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki peran sangat strategis dalam sektor energi nasional," ujar Edison, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muara Enim tahun 2025, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang hingga 69,59 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Ketergantungan yang tinggi pada sektor ekstraktif ini membuat Muara Enim menjadi wilayah krusial dalam peta jalan pembangunan berkelanjutan.

“Muara Enim tengah bergerak maju bertransformasi menjadi episentrum energi hijau di Sumatera Selatan. Kita berkomitmen kuat untuk secara bertahap beralih dari ketergantungan penuh pada batu bara menuju portofolio Energi Baru Terbarukan (EBT) dan hilirisasi yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Dampak Nyata bagi Kehidupan Perempuan

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menyoroti keterkaitan erat antara isu energi, perubahan iklim, dan kehidupan sehari-hari kaum perempuan.

Menurut Woro, isu energi dan perubahan iklim sering kali hanya dilihat sebagai persoalan teknis atau teknologi makro. Padahal, dampak riilnya sangat dekat dengan domestik perempuan, mulai dari pengelolaan anggaran rumah tangga, ketahanan pangan, kesehatan keluarga, hingga peluang ekonomi baru.

"Pesan utama kami adalah transisi energi yang berhasil bukan hanya menghasilkan energi yang lebih bersih, melainkan juga melahirkan masyarakat yang lebih sejahtera, perempuan yang lebih berdaya, kelompok rentan yang lebih terlindungi, dan generasi muda yang siap menghadapi masa depan,” tegas Woro.

Pendampingan Komunitas dan Target Capaian Program
Di tingkat implementasi, Direktur Eksekutif RISE Foundation, Artin Wuriyani, menjelaskan bahwa pihaknya akan turun langsung mendampingi organisasi masyarakat sipil, komunitas perempuan, dan kelompok remaja perempuan untuk memperkuat kapasitas serta membangun jejaring aksi kolektif lokal.

"Melalui RUMPUN HIJAU, kami ingin memastikan isu transisi energi membumi dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, penting membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk menyampaikan perspektifnya," kata Artin.

Sementara itu, Program Coordinator FES Indonesia, Artanti Wardhani, membeberkan target konkret selama masa implementasi program ini di lapangan.

RUMPUN HIJAU ditargetkan akan melibatkan sedikitnya 5 organisasi masyarakat sipil, memperkuat kapasitas 25 fasilitator remaja perempuan, serta menjangkau 250 perempuan dari masyarakat umum dan adat melalui edukasi gaya hidup hijau (green lifestyle), keterampilan hijau (green skills), dan pekerjaan hijau (green jobs).

"Selain edukasi intensif, program ini ditargetkan mampu menjangkau lebih dari 7.000 perempuan dan remaja perempuan melalui berbagai kampanye publik mengenai Transisi Energi yang Berkeadilan. Kolaborasi multi-pihak ini menjadi elemen krusial agar manfaatnya dirasakan merata," pungkas Artanti.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.