'Lelucon!' - Thomas Tuchel Dikecam Danny Dyer karena Tak Memanggil Menantunya ke Skuad Inggris
Rina Kusumawati June 08, 2026 10:00 PM

Thomas Tuchel mendapat kritik pedas dari Danny Dyer setelah pelatih tim nasional Inggris itu memutuskan untuk tidak memasukkan Jarrod Bowen ke dalam skuad untuk Piala Dunia 2026. Aktor legendaris tersebut tidak menahan diri, menyebut keputusan untuk mencoret menantunya sebagai sesuatu yang "konyol" dan mengungkapkan bahwa keluarganya sudah mulai bersiap untuk perjalanan ke Amerika Serikat.

Dyer marah atas keputusan yang disebutnya 'konyol'

Mantan bintang serial EastEnders itu secara terbuka menilai keputusan Tuchel sebagai kesalahan besar dalam pemilihan skuad terbaru The Three Lions. Ia berpendapat bahwa kapten West Ham United itu seharusnya menjadi salah satu nama pertama yang dipastikan berangkat. Dalam wawancaranya di The Wayne Rooney Show, Dyer mengaku tidak percaya bahwa pemain sayap berusia 29 tahun tersebut diabaikan, padahal selama ini menjadi bagian rutin dalam skuad internasional menjelang turnamen tersebut.

"Ini pukulan ganda baginya, dia mengalami akhir pekan yang buruk, sungguh menyedihkan," ujar Dyer. "Dia tidak dipanggil, yang menurut saya adalah lelucon. Mungkin saya sedikit bias, tapi anak itu... Kami bahkan sudah setengah memesan tiket pesawat. Begitu yakinnya kami. Lalu ternyata dia mendapat kabar [tidak dipanggil]. Jadi ini akhir pekan yang berat untuknya. Dia punya hati besar, dan dia pantas berada di pesawat itu. Menurut saya, keputusan ini benar-benar konyol."

Timnas Inggris diprediksi akan kesulitan

Dyer tidak hanya membela keluarganya, tetapi juga menilai bahwa tanpa kehadiran pemain andalan West Ham itu, skuad Tuchel akan menghadapi kesulitan besar di Amerika Utara. Inggris memang tampil kurang meyakinkan dalam beberapa laga terakhir, dan sang aktor percaya absennya Bowen bisa membuat perjalanan tim nasional berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

"Tanpa Jarrod, mereka akan tampil buruk. Mereka akan kesulitan," tegas Dyer. "Saya tidak yakin kita bisa mengalahkan Kroasia di laga pertama. Setiap kali menghadapi tim bagus, kita selalu gagal – kalah dari Senegal, kalah dari Jepang. Begitu diuji, kita tidak lolos. Jadi, entahlah, saya berharap saya salah dan semoga hasilnya baik, tapi Jarrod seharusnya ada di pesawat itu, bukan [Noni] Madueke."

Degradasi menambah penderitaan Bowen

Penolakan untuk tampil di Piala Dunia memperburuk masa-masa sulit bagi Bowen, yang baru saja mengalami kekecewaan setelah West Ham terdegradasi dari Liga Primer Inggris untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir. Meski mencatatkan sembilan gol dan 11 assist secara pribadi, usahanya tidak cukup untuk menyelamatkan The Hammers dari jurang degradasi, membuat masa depannya di level domestik menjadi tanda tanya besar.

Degradasi tersebut juga berdampak pada kehidupan pribadinya, karena kemungkinan pindah dari London untuk tetap bermain di Liga Primer akan menjadi pukulan berat bagi istrinya, Dani Dyer, serta keluarganya yang sudah menetap di Essex. Potensi perpisahan keluarga akibat transfer ke klub besar di wilayah barat laut seperti Liverpool atau Manchester United menjadi kekhawatiran yang nyata.

Persimpangan besar dalam karier Bowen

Meski saat ini Bowen masih terikat kontrak jangka panjang di Stadion London, sejumlah klub besar Liga Primer diperkirakan akan menguji tekad West Ham pada bursa transfer musim panas ini. Pemain sayap itu kini berada di persimpangan penting: bertahan untuk memimpin kebangkitan di Championship demi menyenangkan hati mertua, atau hengkang demi menjaga peluangnya kembali ke tim nasional menjelang Euro 2028.

Dyer sangat berharap kapten The Hammers itu tetap bertahan, namun realitas bermain di divisi kedua mungkin membuat Tuchel sulit mempertimbangkannya kembali untuk panggilan timnas di masa depan. Untuk saat ini, Bowen memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya untuk pulih dari kekecewaan, sementara skuad The Three Lions bersiap menghadapi laga pembuka tanpa kehadirannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.