Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, memanaskan suasana menjelang Piala Dunia 2026 dengan serangkaian prediksi berani mengenai siapa yang akan menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen tersebut. Kapten tim nasional Prancis itu, yang masih menyimpan kenangan pahit dari kekalahan di final Qatar, turut menanggapi perdebatan abadi antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sambil menegaskan kepercayaan dirinya sendiri.
Mbappe menjagokan Ronaldo sebelum mendukung dirinya sendiri
Dalam sesi tanya cepat bersama kreator konten Finn Agostinelli dan Sorare, pemain berusia 27 tahun itu diminta memprediksi siapa yang akan menjadi penyerang paling produktif di turnamen mendatang di Amerika Utara. Ketika pertanyaan utama muncul—memilih antara dua ikon terbesar era modern—Mbappe memilih idolanya, Cristiano Ronaldo, untuk mengungguli Lionel Messi dalam urusan mencetak gol.
Meskipun Messi baru-baru ini menjadi sosok paling berpengaruh di panggung dunia setelah membawa Argentina meraih kejayaan pada tahun 2022, Mbappe meyakini penyerang Al-Nassr itu akan tampil lebih tajam pada 2026. Namun, saat perbandingan terakhir menempatkan sang bintang Portugal berhadapan langsung dengan dirinya, Mbappe tanpa ragu mendukung kemampuannya sendiri untuk menjadi top skor turnamen tersebut.
Menilai generasi bintang berikutnya
Sebelum mencapai babak akhir pilihan itu, Mbappe diminta memilih dari deretan talenta muda terbaik Eropa dan Amerika Selatan. Ia menunjukkan keyakinan besar pada sensasi muda Spanyol sekaligus rivalnya di Barcelona, Lamine Yamal, dengan memilih pemain remaja itu di atas nama-nama seperti Florian Wirtz, Memphis Depay, dan bahkan penyerang tajam Erling Haaland.
Mbappe juga menunjukkan kesetiaannya pada warna klub Real Madrid, dengan menjagokan rekan setimnya, Vinicius Jr, untuk mencetak lebih banyak gol dibanding Yamal maupun kapten tim nasional Inggris, Harry Kane. Namun, pada akhirnya, sang penyerang Prancis tetap condong pada reputasi para legenda veteran, menempatkan Messi di atas winger asal Brasil tersebut, sebelum akhirnya menobatkan Ronaldo sebagai pesaing terbesarnya—tepat di bawah dirinya sendiri.
Sikap tegas menghadapi ‘bayangan’ masa lalu
Piala Dunia 2026 memiliki makna emosional yang besar bagi Mbappe, yang sempat mengalami kekecewaan mendalam di Lusail meski mencetak hat-trick di final 2022. Dalam pengakuan jujur, penyerang Real Madrid itu mengatakan bahwa menonton ulang pertandingan tersebut mungkin akan “membangkitkan setan lama”, sehingga ia memilih untuk tidak menontonnya kembali sama sekali.
Rekor bersejarah menanti di Amerika Utara
Turnamen edisi 2026 akan menjadi ajang yang penuh sejarah, karena baik Ronaldo maupun Messi diperkirakan akan tampil dalam Piala Dunia keenam mereka—sebuah rekor baru. Ronaldo akan memasuki turnamen dengan catatan delapan gol di Piala Dunia sepanjang kariernya, namun belum pernah mencetak gol di babak gugur. Sebaliknya, Messi memiliki 13 gol dan delapan assist dalam sejarah kompetisi tersebut.
Prancis akan memulai perjalanan mereka di Grup I menghadapi Senegal, Irak, dan Norwegia, dengan laga pembuka di Stadion MetLife pada 16 Juni. Bagi Mbappe, turnamen ini menjadi kesempatan untuk menambah koleksi 12 golnya dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya, sekaligus mengejar rekor sepanjang masa milik Miroslav Klose yang berjumlah 16 gol—serta membuktikan ramalannya sendiri untuk melampaui para legenda sepak bola dunia.