Siapa Eitan Gilboa? Tentara Israel yang Jadi Target Gugatan Aktivis Pro-Palestina
Hasiolan Eko P Gultom June 09, 2026 12:20 AM

Siapa Eitan Gilboa? Tentara Israel yang Jadi Target Gugatan Aktivis Pro-Palestina

 

TRIBUNNEWS.COM – Seorang tentara cadangan Israel bernama Eitan Gilboa menjadi sorotan setelah organisasi hak asasi manusia berbasis di Brussel, Hind Rajab Foundation (HRF), meminta pemerintah India menangkap dan menyelidikinya atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang di Jalur Gaza.

Permintaan tersebut diajukan ketika Gilboa diketahui sedang berlibur di negara bagian Himachal Pradesh, India utara, salah satu destinasi populer bagi wisatawan asal Israel.

Dalam pernyataannya, HRF menuduh Gilboa terlibat dalam operasi militer Israel di Gaza yang diduga melanggar hukum humaniter internasional.

Baca juga: Eks-Pejabat Tinggi Israel: IDF Potensial Ulangi Kekalahan Memalukan di Lebanon pada Tahun 2000

Organisasi itu mengklaim terdapat dokumentasi foto dan video yang menunjukkan aktivitas Gilboa selama operasi militer di wilayah Khan Younis dan Rafah.

HRF menyatakan bahwa Gilboa merupakan anggota batalion teknik tempur cadangan Angkatan Pertahanan Israel (IDF).

Organisasi tersebut berpendapat kalau India memiliki kewajiban hukum untuk menyelidiki dugaan pelanggaran berat hukum perang apabila individu yang dituduh berada di wilayahnya, mengacu pada Konvensi Jenewa yang juga telah diratifikasi India.

Namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Luar Negeri India terkait permintaan tersebut.

Selain itu, belum ada putusan pengadilan atau pernyataan resmi dari otoritas India yang menyatakan Gilboa bersalah atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Fenomena "Hummus Trail"

Kasus ini juga kembali menyoroti fenomena yang dikenal sebagai "Hummus Trail", yakni jalur perjalanan populer yang sering ditempuh wisatawan Israel, terutama setelah menyelesaikan masa wajib militer.

Selama lebih dari dua dekade, India menjadi salah satu tujuan favorit bagi ribuan warga Israel yang ingin berwisata setelah menjalani dinas militer.

Kawasan seperti Himachal Pradesh dan Goa dikenal memiliki komunitas wisatawan Israel yang cukup besar.

Menurut sejumlah kajian sosial, perjalanan tersebut sering dipandang sebagai kesempatan bagi mantan personel militer untuk beristirahat dan mengurangi tekanan psikologis setelah menjalani tugas yang berat.

Banyak wisatawan Israel memilih menghabiskan waktu di kawasan pegunungan Himalaya, mengikuti kegiatan alam, atau berkumpul dalam komunitas sesama pelancong asal Israel.

Latar Belakang Hind Rajab Foundation

Hind Rajab Foundation merupakan organisasi yang aktif mengumpulkan bukti dan mendorong proses hukum terhadap individu yang diduga terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia selama konflik Gaza.

Nama organisasi tersebut diambil dari Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia enam tahun yang tewas dalam insiden penembakan di Gaza pada awal 2024.

Kasus Hind Rajab mendapat perhatian internasional dan menjadi simbol kampanye sejumlah kelompok hak asasi manusia yang menyoroti dampak konflik terhadap warga sipil.

Dalam beberapa tahun terakhir, HRF telah mengajukan sejumlah laporan hukum di berbagai negara terhadap anggota militer Israel yang bepergian ke luar negeri.

Tujuannya adalah mendorong penerapan prinsip yurisdiksi universal, yakni mekanisme hukum yang memungkinkan suatu negara menyelidiki dugaan kejahatan perang tanpa memandang kewarganegaraan pelaku maupun lokasi terjadinya peristiwa.

Hubungan India dan Israel

Kasus ini muncul di tengah hubungan yang semakin erat antara India dan Israel dalam bidang pertahanan, teknologi, pertanian, dan keamanan.

Pemerintah India selama beberapa tahun terakhir memperkuat kerja sama strategis dengan Israel, termasuk pembelian peralatan militer dan pertukaran teknologi.

Namun pada saat yang sama, isu Palestina tetap menjadi topik sensitif di dalam negeri India karena melibatkan berbagai kelompok politik dan masyarakat sipil yang memiliki pandangan berbeda terhadap konflik Timur Tengah.

Sejauh ini belum diketahui apakah otoritas India akan menindaklanjuti permintaan yang diajukan HRF.

Sementara itu, tuduhan terhadap Gilboa masih berupa klaim dari organisasi tersebut dan belum diuji dalam proses hukum resmi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.