Jose Mourinho tidak membuang waktu dalam membentuk era barunya di Real Madrid setelah terpilihnya kembali Florentino Perez sebagai presiden klub. Pelatih asal Portugal tersebut dikabarkan akan membawa kembali salah satu mantan pemain andalannya ke Santiago Bernabeu untuk memperkuat tim kepelatihannya.
Kembalinya ‘The Special One’ ke Bernabeu
Perez secara resmi memastikan masa jabatan baru sebagai presiden Real Madrid setelah memenangkan pemilihan dengan perolehan suara sebesar 65%. Kemenangan ini membuka jalan bagi kembalinya Mourinho, yang sebelumnya telah mencapai kesepakatan awal untuk mengambil alih kursi pelatih jika Perez berhasil mengalahkan pesaingnya, Enrique Riquelme.
Meskipun pengumuman resmi belum dilakukan, langkah ini dianggap sebagai formalitas, mengingat klub ingin mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir.
Mourinho sudah mulai aktif di bursa transfer, dengan laporan yang menyebutkan bahwa Real Madrid tengah mengincar Ibrahima Konate dan Denzel Dumfries. Namun, keputusan terpenting yang akan ia buat mungkin justru terjadi di luar lapangan, dengan menunjuk sosok yang memahami DNA klub secara mendalam.
Pepe Dipersiapkan untuk Peran Kepelatihan
Menurut laporan dari Sport, tambahan besar pertama dalam staf pendukung Mourinho akan datang dari sosok bek tengah legendaris, Pepe.
Pemain berusia 43 tahun itu, yang pensiun dari sepak bola profesional pada tahun 2024, siap memulai langkah pertamanya di dunia kepelatihan bersama klub tempat ia berkarier selama satu dekade. Pepe dikenal sebagai salah satu “prajurit” paling setia Mourinho selama masa kebersamaan mereka di ibu kota Spanyol antara tahun 2010 hingga 2013.
Mantan bek tim nasional Portugal tersebut dianggap sebagai jembatan ideal antara ruang ganti pemain dan manajemen. Mourinho sangat ingin memiliki anggota staf yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Los Blancos. Meskipun sempat muncul spekulasi bahwa Alvaro Arbeloa akan menempati posisi tersebut, Pepe-lah yang akhirnya dipilih untuk kembali ke klub.
Warisan Ketangguhan dan Kesuksesan
Sejarah Pepe di Madrid dikenal dengan kombinasi antara ketangguhan bertahan yang luar biasa dan momen-momen penuh intensitas. Selama sepuluh tahun membela klub, ia menjadi pilar di lini belakang, meskipun kariernya juga diwarnai kontroversi, termasuk insiden pada tahun 2009 yang membuatnya dijatuhi hukuman larangan bermain selama 10 pertandingan akibat insiden dengan Javier Casquero dan Juan Angel Albin. Terlepas dari sisi kontroversial tersebut, koleksi trofi yang dimilikinya membuktikan kontribusi besarnya bagi tim.
Sang bek veteran mencatatkan 334 penampilan untuk Real Madrid dan menjadi bagian penting dari skuad yang meraih tiga gelar Liga Champions. Mourinho berencana membawa beberapa anggota staf lamanya dari Benfica, tetapi ia menilai karisma dan pemahaman mendalam Pepe terhadap kultur Real Madrid akan menjadi aset berharga.
Konfirmasi Resmi Akan Segera Datang
Meskipun hasil pemilihan baru saja diumumkan beberapa jam yang lalu, Real Madrid belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penunjukan Mourinho. Namun, sumber internal klub menyebutkan bahwa keterlambatan ini hanya bersifat administratif dan pengumuman resmi diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.
Dengan Perez kembali memimpin dan Mourinho mengambil alih kursi pelatih, fokus klub kini tertuju pada upaya membangun kembali skuad yang mampu menyaingi Barcelona. Kehadiran Pepe dalam jajaran staf pelatih menjadi simbol kembalinya mentalitas yang selalu ditanamkan Mourinho kepada para pemain dan timnya.