TRIBUN-MEDAN.com - Inilah kisah hidup anak wakil Wali Kota yang pilih jadi kuli bangunan.
Ia pun menguak pesan sang ayah untuk jadi anak mandiri meski lahir dari keluarga pejabat.
Kehidupan keluarga pejabat publik sering kali diidentikkan dengan kemewahan dan fasilitas yang serba ada di media sosial.
Baca juga: KARIER dan Pendidikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, Berpengalaman di Bidang Keuangan
Namun, sebuah pemandangan yang kontras justru ditunjukkan oleh seorang anak Wakil Wali Kota yang memilih bekerja kasar sebagai kuli bangunan.
Pemuda bernama Muhammad Rafdi Maradjabessy ini mendadak menjadi pusat perhatian warganet karena konsisten menjalani hidup sederhana demi memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri di wilayah Indonesia Timur.
Cerita mengenai kegigihan pemuda asal wilayah Tidore Kepulauan, Maluku Utara ini diunggah ulang oleh akun Instagram @rumpi_gosip.
Baca juga: TEMAN Bunuh Teman Karena Istri Digoda Masuk Babak Baru, Keluarga Korban Minta Istri Pelaku Diperiksa
Sosok Muhammad Rafdi Maradjabessy sebenarnya bukan pertama kali ini saja dikenal oleh masyarakat luas.
Cerita mengenai profesinya sebagai pekerja kasar sudah pernah mencuat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial pada tahun 2019 silam.
Saat itu, sebuah foto yang merekam aktivitas kesehariannya di daerah Maluku Utara beredar luas di berbagai platform media sosial.
Dalam foto yang viral tersebut, Rafdi terlihat sedang berada di sebuah area proyek pembangunan fisik.
Ia menggunakan sekop untuk mengerok pasir dan mengenakan baju berwarna abu-abu.
Penampilannya juga terlihat lusuh dengan celana sobek-sobek serta kaki dipenuhi dengan cipratan semen.
Jauh dari kesan anak seorang kepala daerah, ia tampak sibuk mengorek pasir menggunakan sekop dan membantu pekerjaan konstruksi lainnya.
Ia melakukan pekerjaan berat tersebut tanpa sedikit pun berusaha menonjolkan identitas atau status sosial keluarganya.
Keputusan Rafdi untuk tidak memanfaatkan fasilitas jabatan orang tuanya ternyata lahir dari didikan yang kuat di lingkungan keluarga.
Baca juga: NANIK S DEYANG Menangis Jabat Kepala BGN Gantikan Dadan yang Ditangkap Kejagung, Janji Gak Korupsi
Sang ayah, Muhammad Sinen, yang merupakan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, ternyata selalu menanamkan nilai-nilai kerja keras kepada anak-anaknya.
Bukan berarti ayahnya yang seorang pejabat negara, anaknya tidak ada usaha untuk hidup mandiri.
Saat anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah, Muhammad Sinen sudah melatih mereka untuk tidak manja.
Baca juga: PEMBELAAN Sony Sanjaya Suruh Orang Dekat Bangun SPPG, Ada Pengusaha, Saudara, Hingga Anak
Ia selalu mengingatkan bahwa status sosial yang melekat pada dirinya saat ini tidaklah abadi.
"Ayahku selalu bilang yang Walkot itu ayah dan itu sementara, jadi kalian harus jadi anak mandiri," kata Rafdi.
Prinsip utama itulah yang terus dipegang teguh oleh Rafdi hingga dirinya tumbuh dewasa di Tidore.
Baginya, posisi sang ayah sebagai pejabat daerah bukanlah sebuah alasan atau jalan pintas untuk mendapatkan perlakuan istimewa maupun kemudahan hidup.
(*/ Tribun-medan.com)