Timur Tengah Kembali Memanas, Iran Balas Serangan Israel dengan Kekuatan Penuh: Gempur Habis-habisan
Eri Ariyanto June 09, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Timur Tengah kembali berada di ambang krisis besar setelah eskalasi militer antara Iran dan Israel semakin tidak terkendali.

Ketegangan memuncak usai serangan terbaru yang memicu respons keras dari Teheran.

Iran dilaporkan melancarkan balasan dengan kekuatan penuh melalui rentetan rudal ke sejumlah target strategis Israel.

Serangan tersebut disebut sebagai bentuk pembalasan langsung atas aksi militer yang lebih dulu dilancarkan Israel di kawasan tersebut.

Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di berbagai kota besar Israel saat sistem pertahanan udara diaktifkan secara maksimal.

Militer kedua negara kini berada dalam status siaga tinggi, menandakan situasi yang semakin mendekati konflik terbuka.

Sejumlah ledakan juga dikabarkan terjadi di beberapa wilayah, memperburuk kondisi keamanan regional yang sudah rapuh.

Komunitas internasional kembali menyerukan penahanan diri, namun eskalasi justru terus meningkat di lapangan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global akan potensi meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Donald Trump-Netanyahu Tak Akur, Iran Manfaatkan Celah dan Ambil Alih Kendali Meja Perundingan

Seperti diketahui, Israel dan Iran kembali terlibat dalam eskalasi terbaru setelah Teheran meluncurkan gelombang rudal ke arah Israel pada Senin (8/6/2026).

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Israel mengeklaim telah menyerang target militer di wilayah Iran, sedangkan upaya diplomasi Amerika Serikat (AS) untuk mencapai kesepakatan dengan Iran masih berjalan.

Militer Israel mengatakan, telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran dan sedang berupaya menggagalkan ancaman tersebut.

Warga Israel diminta masuk ke tempat perlindungan untuk menghindari dampak serangan.

Jurnalis AFP di Yerusalem melaporkan mendengar sedikitnya delapan ledakan. Salah satu jurnalis juga melihat setidaknya satu rudal berhasil dicegat ketika warga bergegas menuju tempat aman.

Israel serang target militer Iran

Sebelumnya, Israel menyebut telah menyerang target militer di wilayah barat dan tengah Iran.

Serangan itu tetap dilakukan meski Presiden AS Donald Trump dilaporkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari serangan lanjutan.

Iran kemudian meluncurkan serangkaian rudal ke target-target Israel sebagai respons.

Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, Israel melakukan serangan ke wilayah Iran menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari udara.

IRGC juga menargetkan pangkalan udara Ramat David, dekat Nazareth. Namun, militer Israel mengatakan bahwa sistem pertahanannya mencegat rudal-rudal yang ditembakkan dari Iran.

Ketegangan terbaru ini juga berdampak pada pasar energi. Harga minyak naik lebih dari 3 persen pada perdagangan awal Senin, dengan minyak mentah Brent kembali berada di atas 96 dollar AS (Rp 1,7 juta) per barrel.

PERANG ISRAEL - Bendera Israel berkibar di atas Kastil Beaufort abad pertengahan, yang dikenal secara lokal sebagai Qalaat al-Shaqif atau Shaqif Arnoun, seperti yang terlihat dari daerah Marjayoun di Lebanon selatan pada 31 Mei 2026.(-) (Dok./Kompas.com)

Trump desak Netanyahu hentikan serangan

Di tengah meningkatnya serangan, Trump berupaya menjaga jalur perundingan antara Amerika Serikat dan Iran tetap berjalan.

Ia mengatakan, serangan terbaru Israel dan Iran tidak akan memengaruhi peluang tercapainya kesepakatan.

“Itu tidak akan berdampak pada kesepakatan,” kata Trump kepada Financial Times.

Trump juga menegaskan bahwa dirinya memiliki kendali atas arah kebijakan Amerika Serikat.

“Saya yang mengambil keputusan. Saya yang menentukan semuanya. Dia tidak menentukan keputusan,” ujar Trump, merujuk pada Netanyahu.

Trump sebelumnya dilaporkan meminta Netanyahu menahan diri karena menurutnya kedua pihak sudah dekat dengan kesepakatan.

“Kami sangat dekat dengan kesepakatan, atau saya akan menghancurkan mereka,” kata Trump dalam wawancara dengan NBC News yang ditayangkan pada Minggu.

Konflik Lebanon jadi faktor tambahan

Selain konflik langsung Israel-Iran, situasi juga dipengaruhi oleh pertempuran Israel dengan Hizbullah di Lebanon.

Israel tetap melanjutkan serangannya di Lebanon, sedangkan Hizbullah juga terus melakukan serangan.

Teheran sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Amerika Serikat harus mencakup penghentian konflik di Lebanon.

Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator perdamaian Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa pangkalan Amerika Serikat dan aset Israel merupakan target yang sah karena tindakan bermusuhan, termasuk pelanggaran terhadap kesepakatan mengenai Lebanon.

Trump mengatakan, kesepakatan untuk mengakhiri perang harus memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Di sisi lain, Iran menuntut pencabutan sanksi dan pengembalian aset-asetnya yang dibekukan.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.