TRIBUNJAKARTA.COM - Aktor sekaligus Bobotoh pendukung Persib Bandung, Ganindra Bimo, angkat suara terkait insiden dugaan ricuh yang terjadi dalam kegiatan silaturahmi komunitas Viking di Kragilan, Serang, Banten.
Peristiwa yang diduga melibatkan sekelompok suporter oknum The Jakmania itu menjadi sorotan setelah muncul kabar adanya balita hingga anak-anak yang menjadi korban.
Ganindra Bimo pun menyampaikan respons emosional lewat media sosial Instagram @ganindrabimo.
Ia menegaskan bahwa persoalan kemanusiaan tidak seharusnya dikalahkan oleh rivalitas antar suporter sepak bola.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Bimo mengaku baru mengetahui adanya anak-anak yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Ia kemudian meminta bantuan warganet untuk menghubungkannya dengan keluarga korban karena ingin memberikan bantuan pengobatan.
“Teman-teman, saya baru mendengar kabar tentang seorang anak yang menjadi korban dari sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi."
"Di atas semua rivalitas supporter... kita tetap manusia."
"Kalau ada yang mengetahui alamat atau kontak keluarga korban, mohon kabari saya melalui DM. Saya ingin membantu semampu saya untuk pengobatannya,” tulis Ganindra Bimo.
Bimo juga mengingatkan agar insiden tersebut tidak dijadikan bahan untuk memperkeruh hubungan antarsuporter.
Menurutnya, keselamatan dan kemanusiaan jauh lebih penting dibanding rivalitas sepak bola.
“Saya juga ingin menitip satu hal: ini bukan tentang memperkeruh rivalitas suporter. Ini murni tentang kemanusiaan."
"Untuk urusan seperti ini, tidak ada warna, tidak ada rivalitas, tidak ada perbedaan. Menyelamatkan dan membantu sesama manusia jauh lebih penting daripada sepak bola,” lanjutnya.
Tak lama setelah unggahan tersebut viral, Ganindra Bimo mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan keluarga korban.
Ia memastikan siap membantu kebutuhan pengobatan dan pemeriksaan korban dalam beberapa hari ke depan.
“Saya sudah berkoordinasi dengan keluarga korban, dan atas nama kemanusiaan serta atas nama Bobotoh, saya siap membantu biaya pengobatan dan kebutuhan pemeriksaan mereka dalam beberapa hari ke depan,” tulisnya.
Ganindra juga memberikan klarifikasi terkait foto-foto yang beredar di media sosial.
Menurut dia, bercak darah yang terlihat bukan berasal dari anak korban, melainkan dari sang ayah yang mengalami luka di bagian bibir.
Meski begitu, kondisi anak-anak tersebut disebut tetap mengalami trauma karena sempat terinjak-injak saat situasi ricuh terjadi.
“Teman-teman, setelah saya berkomunikasi langsung dengan keluarga korban, ada sedikit klarifikasi terkait informasi yang beredar."
"Bercak darah yang terlihat di beberapa foto bukan berasal dari sang anak, melainkan dari ayahnya yang mengalami luka di bagian bibir."
"Namun, kondisi kedua anak tersebut tetap memprihatinkan karena menjadi korban dalam situasi yang menyebabkan mereka terinjak-injak. Mereka masih membutuhkan perhatian dan pemulihan,” ungkapnya.
Dikutip dari TribunBanten, kericuhan terjadi saat komunitas Viking Serang Banten menggelar kegiatan roadshow dan silaturahmi di wilayah Korwil Viking Kragilan, Senin (8/6/2026) dini hari.
Ketua Viking Serang Banten, Ogi Pratama, mengatakan acara tersebut sebenarnya hampir selesai saat insiden terjadi.
Kegiatan berlangsung di rumah salah seorang anggota Viking dan ditutup sekitar pukul 00.00 WIB sebelum peserta bersiap makan bersama.
"Ketika melintas, mereka melihat bendera Viking Kragilan yang terpasang di rumah anggota. Beberapa orang kemudian turun dan diduga berusaha mengambil bendera tersebut," ujar Ogi dikutip dari TribunBanten.
Namun situasi berubah ketika rombongan pengendara motor yang diduga berjumlah lebih dari 20 kendaraan melintas di sekitar lokasi.
Ogi menyebut salah satu orang dalam rombongan tersebut diduga merupakan Ketua The Jakmania Kabupaten Serang berinisial R.
Akibat kericuhan itu, dua anggota Viking mengalami luka-luka.
Selain itu, seorang balita berusia dua tahun dan anak berusia tujuh tahun turut menjadi korban kepanikan dan trauma di lokasi kejadian.
"Anak saya yang berusia dua tahun terjatuh saat kejadian. Saya langsung memeluknya. Saat itu darah dari korban mengenai anak saya. Adapun anak saya yang berusia tujuh tahun mengalami syok karena melihat penyerangan tersebut," kata Ogi.
Usai kejadian, para korban langsung menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit Bhayangkara.
Pihak Viking Kabupaten Serang juga telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penyerangan tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
Baca juga: Cuaca Jakarta Selasa 9 Juni 2026 Didominasi Berawan, Suhu Panas Capai 35 Derajat di Jaksel
Baca juga: Maling di Pademangan Curi Motor Teman Sendiri saat Korban Mudik Iduladha, Pelaku Hafal Isi Rumah
Baca juga: STY Dikabarkan Punya Dana Rp545 Miliar, Jakmania Sebut Persija Mode Sultan: Pin ATM Sudah Kembali