Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Kota Cirebon dipadati orang tua dan calon peserta didik sejak Senin (8/6/2026) pagi.
Mereka datang untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar di tengah membludaknya jumlah pendaftar yang telah menembus angka 1.030 siswa, sementara kuota yang tersedia hanya 504 kursi.
Dari pantauan, suasana di lingkungan sekolah terlihat ramai.
Sejumlah orang tua tampak membawa berkas persyaratan, mulai dari dokumen kependudukan, nilai akademik hingga berkas pendukung lainnya.
Sebagian lainnya mendatangi posko pelayanan untuk berkonsultasi terkait perubahan nilai dan posisi peringkat sementara yang sempat terjadi dalam sistem.
Terlihat juga di lingkungan sekolah, menunjukkan aktivitas pendaftaran berlangsung cukup padat.
Calon peserta didik dan orang tua silih berganti keluar masuk area sekolah yang menjadi salah satu tujuan favorit lulusan SMP di Kota Cirebon.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Cirebon, Maman Dermawan mengatakan, SMAN 1 menjadi sekolah dengan jumlah peminat tertinggi dibandingkan SMA negeri lainnya di Kota Cirebon.
"Di SMA 1 sendiri yang mendaftar langsung jalur satu sudah sekitar 1.030. Sementara kuotanya hanya 504. Dan ini tentu saja akan kita salurkan ke pilihan dua dan pilihan tiga," ujar Maman saat diwawancarai media, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar membuat sebagian calon peserta didik harus bersaing ketat untuk mendapatkan kursi di sekolah tersebut.
"SMA 1 pendaftar terbanyak untuk SMA-SMA yang ada di Kota Cirebon," ucapnya.
Meski demikian, Maman memastikan para siswa yang tidak tertampung di pilihan pertama masih memiliki peluang melalui sekolah pilihan kedua dan ketiga.
"Kalau kemudian limpahan dari pilihan dua dan pilihan tiga masuk, sebenarnya kuota sekolah-sekolah itu sudah terpenuhi semua," jelas dia.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, proses pendaftaran sempat diwarnai keluhan terkait perubahan skor nilai dan posisi klasemen sementara sejumlah peserta.
Ada siswa yang mendadak naik peringkat, sementara sebagian lainnya mengalami penurunan posisi.
Panitia SPMB SMAN 1 Kota Cirebon, Anna menjelaskan, perubahan tersebut bukan disebabkan kesalahan sistem sekolah, melainkan karena nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sebelumnya belum masuk ke database pusat akhirnya berhasil terintegrasi.
"Siswa yang mengalami perubahan nilai akhir atau posisi di klasemen sementara PPDB, sebenarnya itu perubahan terjadi karena nilai TKA yang sebelumnya belum ter-inject dari pusat akhirnya masuk," kata Anna.
Ia menjelaskan, bahwa pada tahap awal sistem hanya menampilkan nilai rapor tanpa menggabungkannya dengan nilai TKA.
"Yang tampil di awal itu hanya scoring dari nilai rapornya saja. Belum berdasarkan nilai rapor dengan nilai TKA. Tapi setelah nilai TKA-nya sudah masuk semua, akhirnya nilai itu masuk jadi otomatis mengubah scoring klasemen sementara di PPDB," ujarnya.
Anna mengakui, masih ada beberapa nilai TKA yang belum terbaca sistem.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak sekolah melakukan pendataan dan berkoordinasi langsung dengan para siswa yang terdampak.
"Kalau untuk nilai TKA yang belum ter-inject, untuk sementara ini kami data. Dan kami hubungi secara personal masing-masing siswanya untuk memberikan bukti nilai TKA dari sekolah asal. Kemudian nanti akan kami berikan ke Helpdesk Provinsi untuk dilaporkan. Insya Allah nanti bisa ter-inject," ucap dia.
Menurut Anna, proses masuknya nilai TKA sepenuhnya dilakukan secara otomatis oleh sistem pusat sehingga sekolah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perubahan data.
"Kami tidak menginputkan, tidak melakukan apa pun, karena itu memang otomatis muncul dari sana," jelas Anna.
Untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kendala, pihak sekolah membuka layanan verifikasi manual di Posko SPMB.
Layanan tersebut dimanfaatkan oleh orang tua maupun calon peserta didik untuk memastikan seluruh data dan dokumen mereka telah sesuai sebelum proses seleksi berlanjut.
Dengan jumlah pendaftar yang sudah dua kali lipat lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia, persaingan masuk SMAN 1 Kota Cirebon diperkirakan masih akan berlangsung ketat hingga tahapan seleksi berakhir.
Sementara itu, para orang tua berharap sistem berjalan lebih stabil agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah tingginya animo masyarakat terhadap sekolah favorit tersebut.
Baca juga: Pendaftaran SMAN 2 Kota Cirebon Membeludak hingga Sistem Sempat Mengalami Kendala