‘Saya pikir saya akan menang’ - Mengapa kekalahan Ballon d’Or dari Ousmane Dembele menjadi ‘berkah’ bagi Lamine Yamal saat bintang Barcelona & Spanyol memburu Golden Ball 2026
Agus Firmansyah June 09, 2026 07:14 AM

Wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, mengungkapkan momen ketika ia merasa sudah mengamankan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola, hanya untuk melihat harapannya pupus. Remaja sensasional itu mengakui bahwa kegagalannya mengalahkan Ousmane Dembele dalam perebutan Ballon d’Or justru menjadi titik balik penting yang mendorong pertumbuhan pribadi dan kedewasaannya.

Kekecewaan Ballon d’Or dan perjalanan menuju kedewasaan

Yamal mengungkapkan bahwa ia benar-benar yakin akan dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia pada upacara Ballon d’Or terakhir. Winger Barcelona yang kariernya melesat pesat menuju status superstarnya itu mengakui bahwa kekecewaan karena tidak menang menjadi momen penting dalam karier mudanya.

“Sejujurnya, hari itu saya pikir saya akan memenangkannya,” ujar Yamal dalam sebuah video di kanal YouTube miliknya.

Namun, pemain berusia 18 tahun tersebut kini menilai bahwa kekalahannya dari mantan rekan setimnya di Barcelona, Ousmane Dembele, sebenarnya merupakan berkah tersembunyi. “Saya benar-benar percaya bahwa baik bagi saya Dembele yang menang, agar saya bisa berkembang. Mungkin saat itu belum waktunya untuk saya,” tambahnya, sambil menekankan bahwa pengalaman itu memaksanya untuk melakukan perubahan dalam hidup dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Belajar dari panggung internasional

Mengenang perjalanannya bersama tim nasional Spanyol, Yamal berbicara tentang tekanan untuk tampil di panggung terbesar dunia. Meski kini menjadi salah satu pemain kunci dalam skuad yang meraih kejayaan di Euro 2024, sang penyerang mengaku sempat merasakan beban ekspektasi besar pada awal karier internasionalnya.

“Saya masih anak-anak saat itu; perasaan gugup pasti ada karena ini turnamen internasional. Saya belajar untuk lebih tenang. Pertandingan berlangsung lama, begitu juga turnamennya. Anda selalu mengakhiri dengan lebih baik daripada saat mulai,” jelas Yamal.

Idola dan pengaruh Neymar

Meski kini Yamal menjadi panutan bagi jutaan pemain muda, ia tetap mencari inspirasi dari para legenda. Saat membahas pemain yang paling ia sukai untuk ditonton, lulusan akademi La Masia itu dengan cepat menyebut seorang ikon Brasil yang pernah mendefinisikan era di Spotify Camp Nou.

“Saya akan selalu menikmati menonton Ney karena dia idola saya,” ujar Yamal, memberikan penghormatan kepada Neymar. Menariknya, pemain asal Spanyol tersebut juga memperhatikan bintang-bintang muda di Premier League dan Ligue 1.

Ia menyebut Jeremy Doku dan Rayan Cherki sebagai dua pemain yang ia nikmati gayanya, menunjukkan kekagumannya terhadap permainan sayap modern yang cepat dan penuh teknik tinggi.

Janji besar di Piala Dunia

Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat, Yamal sudah mulai memikirkan bagaimana ia akan merayakan jika Spanyol berhasil mengulang kesuksesan mereka di level Eropa. Winger muda ini telah menjadi pusat serangan La Roja dan diprediksi akan menjadi salah satu kandidat utama peraih penghargaan pemain terbaik turnamen.

Yamal bahkan telah membuat janji ringan namun serius kepada para penggemarnya terkait kemungkinan kemenangan trofi dua tahun mendatang. Ia berjanji bahwa jika Spanyol menjuarai Piala Dunia, ia akan menumbuhkan “janggut dan kumis selama tiga minggu.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.