TRIBUNPRIANGAN.COM - Tinggal menghitung hari, bulan istimewa yakni Muharram akan sampai pada kita.
Muhharam sendiri merupakan kalender hijriah dalam islam yang dianggap istimewa dari ke 11 bulan lainnya.
Kalender hijriyah berbeda dengan kalender masehi yang dipakai masa kini.
Penanggalan 1 pada kalender Masehi didasarkan pada kelahiran Nabi Isa as.
Sementara untuk penanggalan 1 pada kalender Hijriah didasarkan pada hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
Umat Islam akan segera memasuki tahun baru dalam penanggalan kalender hijriyah.
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, akan datang bertepatan di tanggal 16 Juli 2026.
Baca juga: Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H? Jadi Waktu Libur atau Tidak?
Di wilayah Priangan sendiri, warga muslim di berbagai daerah biasanya menggelar pawai obor sambil keliling kampung diiringi shalawat, sambil menanti pergantian memasuki 1 Muharam tiap tahunnya.
Berbekal bahan bakar yang masih dipakai sejak dulu yakni minyak tanah, juga obor yang didesain dari bambu, pawai obor dari kampung ke kampung bersama ratusan masyarakat pun rasanya telah menjadi tradisi yang turun temurun.
Bahkan terkadang atraksian sembur minyak tanah ke api di obor pun kerap diselingi, sebagai bagian dari kegembiraan menyambut tahun baru.
Mulai berangkat dari halaman mesjid, mereka melakukan pawai obor dengan mengelilingi perkampungan selama sekitar 30 menit dan kemudian kembali ke halaman mesjid lagi.
Selain merayakan dengan berbagai kebiasaan daerah sebagai suka cita, Muharramm juga ditekankan untuk beribadah dan meningkatkan amal, salah satunya adalah amalan sunnah yakni Berpuasa.
Baca juga: 30 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Penuh Doa dan Harapan
Dimana, ada dua puasa sunnah khusus yang hanya ada di bulan Muharram yakni Puasa Tasua dan Asyura, yang bertepatan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Amalan utama yang ditunaikan di bulan pertama kalender Hijriyah adalah puasa sunnah.
"Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW perintahkan kita berpuasa di Hari Tasu'a dan Asyura, dikerjakan satu bulan setelah bulan Zulhijah," jelas Ustadz Khalid Basalamah dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Syiarku Islam.
Landasan hadits puasa Asyura yakni ada seorang sahabat datang kepada Nabi SAW tepatnya pada 10 Muharram selepas sholat Dhuha dan berkata orang-orang Yahudi sedang berpuasa.
Nabi Muhammad pun berusaha mencari tahu melalui sahabat-sahabatnya yang bertanya kepada kaum Yahudi.
"Ternyata kaum Yahudi puasa di 10 Muharram adalah hari dimana Allah selamatkan Nabi Musa As dari kejaran Fir'aun, mereka puasa sebagai tanda syukur kepada Allah," papar Ustadz Khalid Basalamah.
Mengetahui hal itu, lantas Rasulullah SAW merasa umat Islam lebih berhak atas Nabi Musa AS, maka diperintahkan untuk puasa di 10 Muharram.
Fadhilah Puasa Asyura di 10 Muharram seperti halnya disebutkan dalam hadits riwayat Muslim, adalah dapat menghapus dosa di 365 hari telah lewat atau setahun yang lalu.
Makna puasa di Hari Tasu'a pada 9 Muharram, tak lain agar umat muslim berbeda atau menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyura 10 Muharram. Hal ini menjadi pelengkap puasa Asyura.
"Kenapa harus tanggal 9 juga puasa di Hari Tasu'a, agar kita tidak sama dengan Yahudi, Nabi SAW pun bersabda jika saya hidup tahun depan maka akan saya partner kan puasa tanggal 10 dengan 9 agar tidak sama dengan Yahudi," urainya.
Baca juga: 26 Ungkapan Menyentuh 1 Muharram 1448 H, Doa Terbaik di Tahun Baru Bahasa Indonesia dan Inggris
Sebagai pengingat, berikut jadwal puasa Muharram Tasu’a, Asyura, Senin-Kamis, dan Ayyamul Bidh di bulan Juli 2026.
Jadwal puasa sunnah ini disusun berdasarkan kalender Hijriyah yang dikeluarkan Kementerian Agama (kemenag) Republik Indonesia.
Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Muharram Termasuk Tasu’a dan Asyura:
Baca juga: Baca Doa Ini Sebelum Masuk Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Minta Jauh dari Keburukan
Ayyamul Bidh
Senin-Kamis
Niat cukup dalam hati, bagi Anda yang terbiasa melafadzkan niat berikut niat Puasa Tasu'a dan Asyura:
Niat Puasa Tasu'a
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada'i sunnatit taasuu'aa sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa Tasu'a, sunah karena Allah Ta’ala
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya: Saya niat puasa Asyura, sunah karena Allah Ta’ala
Tata cara Puasa Asyura sama dengan tata cara puasa lainnya secara umum, di antaranya:
1. Niat
Jangan lupa berpuasa Tasu'a dan Asyura didasari dengan niat terlebih dahulu.
2. Makan sahur
Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar.
Namun, tidak makan sahur pun (misalnya terlambat bangun) tidak apa-apa jika kuat, dalam artian puasa tetap sah.
3. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa
Saat berpuasa, hendaknya senantiasa untuk menahan diri dari makan, minum serta hal lain yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, atau waktu Maghrib.
4. Berbuka puasa
Disunnahkan menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam, yakni bersamaan dengan masuknya waktu Maghrib.
(*)