TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Logo Hari Jadi ke-222 Klaten bukan sekadar desain grafis. Setiap elemen visual yang tertuang dalam karya Muhammad Islamuddin Al Akbar menyimpan pesan filosofis tentang arah pembangunan Klaten ke depan.
Karya pemenang pertama lomba desain itu memuat enam elemen utama. Angka 222 merefleksikan usia Klaten yang terus melangkah maju secara kolektif dan progresif.
Elemen gunungan wayang hadir sebagai simbol keseimbangan antara kehidupan dan tatanan alam demi harmoni serta keadilan sosial. Sementara kobar api merepresentasikan semangat juang masyarakat untuk berpartisipasi membangun daerah.
Liuk pita yang mempresentasikan "Hamemayu" dalam logo tersebut menyimbolkan pergerakan progresif dalam menjaga kekayaan alam serta seni budaya Klaten. Sedangkan elemen kolaborasi mencerminkan solidaritas dan persatuan dalam mewujudkan tujuan bersama, selaras dengan nilai "Sahita" dalam tema tahun ini.
Baca juga: Logo Hari Jadi ke-222 Klaten Diluncurkan, Bupati Hamenang: Perayaan Tahun Ini Harus Hasilkan Sejarah
Ornamen padi representasi dari "Raharja" melengkapi keseluruhan desain sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sebagai buah keberhasilan kolektif.
Tema besar yang diusung tahun ini adalah "Sahita Hamemayu Raharja", frasa berbahasa Jawa yang berarti bersama memelihara kesejahteraan masyarakat.
"Hari jadi tahun ini mengangkat tema Sahita Hamemayu Raharja yang berarti bersama memelihara kesejahteraan masyarakat," tulis Bupati Hamenang Wajar Ismoyo di akun Instagram @hamenang, Senin (8/6/2026).
Tema ini terbagi dalam tiga nilai pokok. "Sahita" bermakna kemajuan Klaten diwujudkan melalui kerja sama, gotong royong, dan pergerakan seluruh elemen masyarakat dalam satu tujuan.
"Hamemayu" menegaskan pembangunan di Klaten wajib berwawasan lingkungan dan menjaga kelestarian budaya demi generasi mendatang. Adapun "Raharja" menjadi tujuan akhir, yakni kesejahteraan masyarakat Klaten yang hidup aman, adil, serta tercukupi kebutuhan lahir dan batinnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)