Mantan penyerang Barcelona dan tim nasional Inggris, Gary Lineker, kembali angkat bicara mengenai perdebatan abadi antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Ia menegaskan bahwa menempatkan bintang asal Argentina di atas pemain asal Portugal bukanlah bentuk penghinaan pribadi, melainkan kenyataan berdasarkan kemampuan di lapangan. Lineker juga mengungkap bagaimana pendiriannya yang teguh dalam perdebatan soal siapa yang pantas disebut GOAT (Greatest of All Time) sempat meretakkan hubungannya dengan bintang Al-Nassr dan kapten tim nasional Portugal tersebut.
Lebih Hebat dari Diego Maradona
Dalam wawancaranya di The Louis Theroux Podcast, Lineker menjelaskan kekagumannya yang mendalam terhadap maestro asal Argentina itu, bahkan menempatkannya di atas Diego Maradona. Sang mantan penyerang berkata: “Sepanjang hidup saya, saya tidak pernah berpikir akan melihat pemain yang lebih hebat dari Diego. Mungkin dia tidak selalu lebih baik, tetapi ia hidup dengan lebih baik dan karena itu memiliki karier yang lebih panjang. Dan saya pikir itu harus diperhitungkan. Saya bahkan tidak bisa menjelaskan betapa hebatnya dia, karena dalam satu pertandingan ia bisa melakukan empat atau lima hal yang belum tentu pernah saya lakukan dalam seluruh karier saya. Dan saya bermain di level tertinggi. Dia bermain seolah-olah sedang menonton dirinya sendiri dari atas. Lupakan semua gol dan dribel, lihat saja umpan dan visinya — saya tidak tahu bagaimana hal itu bisa dilakukan oleh manusia. Itu sungguh luar biasa. Saya benar-benar mengaguminya. Ia telah memberi saya 20 tahun kebahagiaan hanya dengan menontonnya.”
Bukan Sebuah Hinaan untuk Ronaldo
Melanjutkan penilaiannya yang mendalam, Lineker menegaskan rasa hormat besarnya kepada pencetak gol legendaris asal Portugal tersebut, sambil menekankan bahwa Messi beroperasi di level yang berbeda.
Ia menambahkan: “Saya selalu merasa tidak enak karena banyak orang menyerang saya dan berkata, ‘oh, kamu tidak suka Ronaldo’. Bukan begitu, saya benar-benar menganggap dia pesepak bola yang luar biasa, tetapi tidak ada perdebatan tentang siapa yang lebih baik. Siapa pun yang memahami permainan ini akan tahu. Tapi saya sangat mengagumi Cristiano karena dia begitu termotivasi, kariernya sangat sukses, dan dia mencetak begitu banyak gol. Di banyak era, dia akan menjadi pemain terbaik di masanya. Namun kenyataan bahwa dia sering dibandingkan dengan Messi sebenarnya merupakan pujian besar atas apa yang telah ia capai. Karena dia tidak memiliki kemampuan alami seperti Messi — tidak ada yang punya. Tapi menyebut hal itu bukan berarti menghina Ronaldo.”
Hubungan yang Retak karena Perdebatan GOAT
Meski Lineker memberikan banyak pujian kepada peraih lima Ballon d’Or tersebut, kesimpulan akhirnya tampaknya telah menyebabkan keretakan permanen dalam hubungan pribadi mereka. Saat Louis Theroux bertanya apakah orang-orang merasa terganggu dengan pandangannya yang tak tergoyahkan, Lineker mengungkap bahwa kapten timnas Portugal itu mengambilnya secara pribadi. Lineker menjelaskan: “Para penggemar Ronaldo. Dan Ronaldo sendiri kesal, dia tidak berbicara dengan saya lagi. Kami dulu berhubungan baik. Lalu suatu ketika saya diwawancarai dan ditanya siapa pemain yang lebih baik. Saya jawab, ya Messi. Setelah itu, dia tidak suka lagi pada saya.”
Mengejar Kejayaan di Piala Dunia
Kedua pemain legendaris itu kini sama-sama menatap Piala Dunia 2026. Peraih delapan Ballon d’Or, Messi, yang telah mencapai puncak mimpinya di Qatar pada 2022, berharap bisa mengulang keajaiban tersebut bersama tim nasional Argentina yang tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Sementara itu, Ronaldo bertekad untuk meraih satu-satunya gelar besar yang belum pernah ia dapatkan sepanjang kariernya. Portugal dijadwalkan menghadapi Nigeria dalam laga persahabatan besok sebelum melanjutkan perjuangan di Grup K melawan Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia.