Profil Geografis dan Potensi Sektor Unggulan Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah
Try Juliansyah June 11, 2026 01:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Terletak di koridor tengah Kabupaten Mempawah, Kecamatan Anjongan memegang peran strategis sebagai simpul penghubung antardaerah di Kalimantan Barat.

Berdasarkan rilis dokumen data makro Kecamatan Anjongan Dalam Angka oleh Badan Pusat Statistik (BPS), wilayah ini tidak hanya memiliki karakteristik demografi yang unik, tetapi juga menyimpan potensi agraria dan pariwisata yang besar.

Secara geografis, Kecamatan Anjongan memiliki bentang alam seluas 127,50 kilometer persegi, atau menyumbang sekitar 6,65 persen dari total luas daratan Kabupaten Mempawah.

Wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Toho di sebelah timur dan Kecamatan Sungai Pinyuh di sebelah selatan ini, terbagi ke dalam 4 desa dan 1 kelurahan.

Dominasi Anjongan Dalam dan Kepadatan Penduduk

Meja redaksi mencatat adanya ketimpangan ruang (spatial disparity) yang cukup mencolok dalam pembagian wilayah di kecamatan ini.

Berdasarkan pemetaan BPS, bentang alam Anjongan didominasi penuh oleh satu desa.

Desa Terluas: Kedudukan ini dipegang oleh Desa Anjongan Dalam dengan cakupan wilayah mencapai 53,30 kilometer persegi, atau menguasai 41,80 persen dari total luas kecamatan.

Baca juga: Respons Cepat Kapolsek Mempawah Hulu, Forkopimcam dan Warga Bersatu Berantas Sarang Nyamuk DBD

Desa Terkecil: Sebaliknya, Desa Pak Bulu tercatat sebagai wilayah dengan administrasi terkecil, yakni hanya setinggi 6,24 kilometer persegi (4,89 persen).

Dari sisi demografi, dengan populasi yang menembus lebih dari 21.000 jiwa, tingkat kepadatan penduduk rata-rata di Anjongan berada di angka 270 jiwa per kilometer persegi.

Kelurahan Anjongan Melancar menjadi pusat konsentrasi penduduk urban dan aktivitas jasa, sementara wilayah desa lainnya didominasi oleh klaster perdesaan agro-komunitas.

Potensi Sektor Unggulan: Lumbung Pangan dan Hortikultura

Data sektoral BPS menunjukkan bahwa sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi tulang punggung (backbone) perekonomian masyarakat Anjongan.

Berkat ketersediaan lahan basah dan curah hujan yang stabil, wilayah ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kabupaten Mempawah.

Sektor Tanaman Pangan: Padi sawah dan padi ladang menjadi komoditas utama dengan luas panen yang konsisten setiap tahunnya.

Selain itu, ubi kayu dan jagung tumbuh sebagai komoditas palawija sekunder.

Klaster Hortikultura: Anjongan dikenal sebagai sentra penghasil buah-buahan lokal seperti langsat, durian, dan rambutan.

Pada musim panen, arus distribusi buah dari Anjongan mampu menyuplai kebutuhan pasar di Kota Pontianak hingga ke daerah perbatasan.

Magnet Wisata Budaya dan Religi

Selain sektor agraria, data BPS di sektor pariwisata dan sosial budaya menangkap potensi investasi yang besar pada industri pelancongan daerah.

Kecamatan Anjongan memiliki dua aset wisata historis yang sudah dikenal luas di tingkat provinsi:

Wisata Religi Goa Maria: Terletak di latar perbukitan yang asri, situs ini menjadi pusat ziarah umat Katolik dari berbagai daerah, yang menggerakkan sektor UMKM lokal dan jasa akomodasi secara musiman.

Makam Juang Mandor (Situs Terdekat/Akses Koridor): Sebagai kawasan penyangga sejarah, perlintasan Anjongan selalu menangkap pergerakan wisatawan domestik yang melakukan napak tilas sejarah.

Navigasi Kebijakan Berbasis Data Makro

Angka-angka yang disajikan BPS ini bukan sekadar statistik mati. Ini adalah kompas bagi Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk melakukan intervensi kebijakan.

Transformasi infrastruktur jalan dari klaster pertanian menuju jalur logistik utama harus menjadi prioritas anggaran ke depan.

Dengan konektivitas yang terus membaik serta optimalisasi hilirisasi komoditas pertanian lokal, Kecamatan Anjongan berpotensi besar untuk naik kelas, dari sekadar wilayah perlintasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di koridor tengah Mempawah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.