TRIBUNJAMBI.COM – Gelombang penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi resmi melanda wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Jambi mulai hari ini, Rabu (10/6/2026).
PT Pertamina Patra Niaga akhirnya membeberkan alasan mendasar di balik meroketnya harga komoditas energi cair tersebut, khususnya Pertamax yang kini bertengger di angka Rp16.250 per liter.
Anak perusahaan Pertamina ini menegaskan langkah penyesuaian harga dilakukan secara berkala dan terukur.
Langkah ini diambil guna merespons dinamika pasar minyak mentah global yang terus bergerak fluktuatif serta fluktuasi harga keekonomian produk dalam beberapa waktu terakhir.
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa keputusan ini tidak diambil sepihak melainkan mengacu pada koridor regulasi yang ketat bersama pemerintah.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Roberth pada Selasa (9/6/2026).
Roberth menambahkan, koordinasi aktif dengan regulator menjadi instrumen penting untuk memitigasi dampak pasar.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," lanjutnya.
Baca juga: Daftar Harga BBM di Jambi per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Rp16.250 per Liter
Baca juga: Bappenas Pacu Tol Sumatera Barat, Pangkas Waktu Tempuh ke Jambi dan Riau
Berdasarkan daftar harga terbaru yang dirilis untuk wilayah regional Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, jenis bensin Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan signifikan dari semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) kini memegang predikat sebagai bahan bakar bensin termahal di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah dengan harga tembus Rp21.200 per liter untuk melayani kendaraan berperforma tinggi.
Di sektor mesin diesel, produk nonsubsidi Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing dipatok pada angka Rp23.500 dan Rp25.350 per liter.
Kabar baiknya, bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, pemerintah memastikan bahwa harga komoditas energi bersubsidi tidak mengalami perubahan sama sekali.
Harga Pertalite tetap dikunci pada level Rp10.000 per liter, dan Solar subsidi bertahan di posisi Rp6.800 per liter demi menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan sektor transportasi umum.
Daftar Harga BBM di Jambi per 10 Juni 2026
Harga BBM Subsidi:
• Pertalite: Rp10.000
Baca juga: Warga Jambi Simak Update Harga BBM Per 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Produk Dex Turun
Baca juga: Daftar 35 SMAN di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jambi yang Buka SPMB Online
• Solar Subsidi: Rp6.800
Harga BBM Nonsubsidi:
• Pertamax: Rp16.250
• Pertamax Turbo: Rp21.200
• Dexlite: Rp23.500
• Pertamina Dex: Rp25.350
Dari seluruh jenis BBM yang tersedia untuk kendaraan bermotor, Pertamax Turbo masih menjadi produk bensin dengan harga tertinggi di Jambi, yakni Rp21.200 per liter.
Produk dengan Research Octane Number (RON) 98 tersebut ditujukan untuk kendaraan berteknologi tinggi yang membutuhkan performa mesin optimal.
Sementara itu, Dexlite dan Pertamina Dex yang merupakan BBM diesel nonsubsidi masing-masing dijual Rp23.500 dan Rp25.350 per liter.
Harga kedua produk tersebut sempat mengalami penyesuaian pada awal Juni 2026.
Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi dipertahankan pada level Rp6.800 per liter sesuai kebijakan pemerintah.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jambi 10 Juni 2026, Cuaca Berawan Hati-hati Kabut
Baca juga: Skenario Bagi-Bagi Fee Proyek Smart Board Muara Enim yang Seret Bupati
Baca juga: Daftar 35 SMAN di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jambi yang Buka SPMB Online