Bappenas Pacu Tol Sumatera Barat, Pangkas Waktu Tempuh ke Jambi dan Riau
Darwin Sijabat June 10, 2026 09:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Jaringan jalan tol Trans Sumatera (JTTS) di wilayah barat terus didorong agar terintegrasi secara utuh. 

Kementerian PPN/Bappenas bersama PT Hutama Karya (Persero) menggelar kunjungan kerja maraton untuk mematangkan perencanaan koridor strategis Sumatera Barat, yang memegang peran krusial dalam memotong urat nadi logistik menuju Provinsi Jambi dan Riau. 

Kunjungan yang berlangsung Kamis (4/6) ini dipimpin oleh Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris.  

Bappenas memfokuskan perhatian pada peninjauan koridor strategis Lembah Anai serta rencana lanjutan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin sepanjang 41,10 km. 

Proyek ini memiliki urgensi tinggi karena menjadi sirip utama penghubung Sumatera Barat dengan jaringan tol di Provinsi Riau, yang nantinya mempermudah akses logistik kontinu ke wilayah selatan termasuk Provinsi Jambi.  

Berdasarkan kajian teknis, ruas Bukittinggi–Sicincin berpotensi memberikan penghematan waktu tempuh hingga 55,91 persen serta penghematan jarak perjalanan sebesar 8,88 persen.

"Pembangunan ini kami pandang penting sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memastikan keberlanjutan manfaat jalan tol yang telah beroperasi."

Baca juga: Tol Palembang-Betung Masih Terkendala Pembebasan Lahan, 33 Bidang Warga Belum Sepakat

Baca juga: Daftar 35 SMAN di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jambi yang Buka SPMB Online

"Ke depan, apabila koridor Bukittinggi–Sicincin ini dapat terhubung dengan ruas Sicincin–Padang, jaringan tol di Sumatra Barat akan berfungsi lebih utuh dan terintegrasi," ujar Abdul Malik Sadat Idris dilansir Tribunjambi.com dari laman Hutama Karya.

Ledakan Trafik Pasca Pembukaan Lembah Anai 

Hutama Karya melaporkan kehadiran Tol Sicincin–Padang (36 km) telah menjadi pengungkit ekonomi baru.  

Sejak akses Lembah Anai dibuka kembali, arus kendaraan di tol ini melonjak tajam.  

Bahkan pada libur panjang akhir pekan lalu, pertumbuhannya meroket lebih dari 80 persen dibanding trafik normal, menjadi yang tertinggi di lingkungan Hutama Karya. 

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan kesiapan badan usaha dalam mengeksekusi rencana strategis nasional ini. 

"Bagi Hutama Karya, dukungan dan koordinasi lintas pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan konektivitas di Sumatra Barat dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tutur Iwan.

Lahan Flyover Sitinjau Lauik Tuntas 100 Persen 

Pada hari berikutnya, Jumat (5/6), rombongan Bappenas bergeser meninjau proyek Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik) yang dikelola oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).  

Jalur ini merupakan rute logistik ekstrem Padang–Solok yang juga menjadi jalur darat utama kendaraan bertonase besar menuju Jambi via Lintas Tengah Sumatera. 

HPSL memaparkan bahwa hingga 25 Mei 2026, progres fisik konstruksi jembatan layang ini telah mencapai 18,755 persen.  

Sektor pengadaan lahan mencatatkan pencapaian luar biasa karena telah tuntas 100 persen, memberikan karpet merah bagi percepatan konstruksi di lapangan. 

Direktur HPSL, Michael Arthur Paulus Rumenser, menyatakan bahwa proyek ini adalah solusi permanen untuk menekan angka kecelakaan fatal di jalur ekstrem tersebut.  

"Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan infrastruktur yang aman, andal, dan berkelanjutan di Sumatra Barat," kata Michael.

Baca juga: Daftar Harga BBM di Jambi per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Rp16.250 per Liter

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jambi 10 Juni 2026, Cuaca Berawan Hati-hati Kabut

Baca juga: Daftar 35 SMAN di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jambi yang Buka SPMB Online

Baca juga: Skenario Bagi-Bagi Fee Proyek Smart Board Muara Enim yang Seret Bupati

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.