PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Jemaah haji Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dijadwalkan pulang ke tanah air secara bertahap mulai Kamis (11/6/2026). Penjemputan nantinya dipusatkan di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Jemaah haji Pangkalpinang terdiri atas 291 orang yang terbagi dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 dan Kloter 9 debarkasi Palembang (PLM), Sumatera Selatan.
Kloter PLM-7 dijadwalkan pulang ke tanah air pada 11 Juni 2026, sementara Kloter PLM-9 dijadwalkan bertolak dari Jeddah menuju Palembang pada 13 Juni 2026.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah hajinya sudah selesai dilaksanakan. Sekarang jemaah bersiap untuk kembali ke tanah air sesuai jadwal pemulangan masing-masing kloter," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pangkalpinang Emiliya kepada Bangka Pos, Selasa (9/6/2026).
Emiliya menyebutkan, jemaah haji Pangkalpinang bersama jemaah Kabupaten Bangka Barat, Belitung, dan Belitung Timur yang tergabung dalam Kloter PLM-7 dijadwalkan terbang dari Jeddah menuju Palembang pada 11 Juni 2026 pukul 01.20 Waktu Arab Saudi (WAS) menggunakan pesawat SV 5288. Mereka diperkirakan tiba di Palembang pada pukul 14.50 WIB.
Dari Palembang, jemaah Kloter PLM-7 kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Pangkalpinang melalui sejumlah penerbangan lanjutan menuju Bandara Depati Amir.
Adapun jadwal penerbangannya adalah GA 1350: 18.50–19.40 WIB, GA 1370: 19.05–20.00 WIB, dan GA 1390: 19.20–20.15 WIB.
Sementara itu, jemaah haji Pangkalpinang bersama jemaah Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan yang tergabung dalam Kloter PLM-9 dijadwalkan bertolak dari Jeddah menuju Palembang pada 13 Juni 2026 pukul 22.50 WAS menggunakan pesawat SV 5288.
Setiba di Palembang, jemaah Kloter PLM-9 akan melanjutkan penerbangan menuju Pangkalpinang pada 14 Juni 2026.
Jadwal penerbangannya yakni GA 1350: 16.20–17.15 WIB dan GA 1330: 16.35–17.40 WIB.
Emiliya mengingatkan keluarga jemaah agar tidak melakukan penjemputan langsung di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
Menurutnya, seluruh jemaah yang tiba akan terlebih dahulu diarahkan menuju Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, sebelum dipertemukan dengan keluarga.
"Penjemputan dipusatkan di asrama haji. Jadi keluarga tidak menunggu di bandara, tetapi langsung ke Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujar Emiliya.
Ia juga menyampaikan bahwa koper bagasi dan air zamzam milik jemaah belum dapat langsung diterima saat tiba di Pangkalpinang karena dikirim menggunakan penerbangan berbeda.
"Bagasi dan air zamzam akan menyusul dan dapat diambil keesokan harinya sesuai pengaturan panitia," kata Emiliya.
Melansir Kompas.com, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan bahwa sebanyak 47.012 anggota jemaah atau 22,7 persen dari total jemaah haji Indonesia telah kembali ke tanah air.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh proses kepulangan jemaah ke tanah air berjalan dengan lancar sampai kloter terakhir.
"Sudah 120 kloter yang terbang ke Indonesia dengan jumlah 47.012 jemaah haji, yang itu artinya sekitar 22,77 persen dari jemaah sudah kembali ke tanah air, alhamdulillah dengan selamat," kata Gus Irfan dalam konferensi pers Kedatangan Amirul Hajj di Gedung VIP Room T3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (8/6/2026).
Gus Irfan menuturkan, fase pemulangan melalui Bandara Jeddah akan berlangsung hingga 15 Juni 2026.
Sementara itu, jemaah gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum pulang ke Indonesia mulai 16 Juni 2026.
"Dari tanggal 16 Juni nanti akan pemulangan dimulai dari Madinah hingga insyaallah berakhir pada tanggal 30 Juni, dan diperkirakan tanggal 1 Juli kloter terakhir sudah sampai di tanah air," ujar Gus Irfan.
Ia menegaskan, puncak haji memang telah selesai, tetapi pelayanan kepada jemaah belum berakhir.
"Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman," katanya.
Gus Irfan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja tanpa mengenal waktu dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
Dia menilai, dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting yang membuat penelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik.
"Memang banyak apresiasi kepada para petugas haji, tetapi saya tekankan sampai dengan kepulangan kloter terakhir, sampai dengan masuknya jemaah terakhir ke dalam pesawat, semua petugas haji tetap bertugas sesuai tupoksi masing-masing," tuturnya. (t2/Kompas.com)