Perkuat Kemandirian Pangan, Kadis TPHP TTS Kukuhkan 21 Kelompok Tani
Apolonia Matilde June 10, 2026 10:19 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok


POS-KUPANG.COM, SOE - Sebanyak 21 kelompok tani resmi dikukuhkan. Dari jumlah tersebut 20 kelompok pemula dan satu kelompok naik kelas menjadi kelompok Tani Madya. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jacob Benu, secara resmi mengukuhkan para kelompok Tani, di Gereja Batu Karang Nonohonis, Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota Soe, Selasa (9/6/2026). 

21 kelompok Tani tersebut berasal dari Kecamatan Kota Soe, Amanuban Tengah, dan Amanuban Selatan, dengan total anggota sebanyak 286 anggota. 

Hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Kabupaten TTS, Albinus Kase, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten TTS, Zakarias A.D.Toto, Camat Kota Soe, dan pejabat dari Kecamatan Amanuban Selatan dan Amanuban Tengah, para penyuluh pertanian, serta kelompok tani di dikukuhkan. 

Dalam pengukuhan ini, Kepala Dinas TPHP, Jacob Benu, menyampaikan bahwa jumlah kelompok Tani yang telah terbentuk tidak menjadi suatu ukuran, melainkan efektivitas dari setiap kelompok Tani yang perlu dikejar. 

"Hari ini kita kembali mengukuhkan 21 Kelompok Tani. Saya tegaskan bahwa kegiatan hari ini kita jangan melihat dari jumlah, tetapi dari efektivitas kegiatan kelompok Tani. Apakah dengan jumlah kelompok Tani yang ada sudah bisa mengoptimalkan potensi pertanian kita, tentu ini perlu kerja kita bersama," tegasnya. 

Ia menyampaikan bahwa saat ini banyak bantuan dari pemerintah dalam peningkatan pertanian dan kemandirian pangan, sehingga melalui kelompok Tani yang produktif akan berkesempatan memperoleh bantuan-bantuan tersebut.

Jacob juga mendorong agar para penyuluh pertanian dapat turun ke lapangan dan bertemu langsung dengan para petani. Pasalnya banyak ditemukan para petani yang tidak mengenal penyuluh pertanian di desa ataupun Kecamatan masing-masing. 

"Saya harap para penyuluh juga turun ke lapangan, karena banyak petani yang tidak kenal dengan penyuluh pertanian. Mari kita sama-sama meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten TTS," ungkapnya. 

Selain itu, Anggota DPRD TTS Daerah Pemilihan Kota Soe, Albinus Kase menyampaikan profisiat kepada 21 kelompok Tani yang dikukuhkan. Albinus berharap adanya pemberdayaan yang berkelanjutan bagi para kelompok Tani. 

"Saya menilai bawah hidup bertani ini identik dengan masyarakat Timor. Saya berharap ada pemberdayaan berkelanjutan bagi para kelompok Tani baik itu pengelolaan kelompok tani, buat pupuk dan sebagainya," tekannya. 

Menurutnya pendampingan kelompok tadi harus terus berlanjut, sehingga tidak meninggalkan kesan setelah dibentuk kemudian dibiarkan.

"Kelompok Tani harus diperkuat. Saya berterima kasih kepada Kadis, tim kerja dan penyuluh yang telah membantu sehingga hari ini sudah kukuhkan 21 kelompok, semoga ketahanan pangan di kabupaten TTS boleh terus ditingkatkan," tegasnya. 

Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten TTS, Zakarias A.D.Toto, menyampaikan agar kelompok Tani dapat terus berkembang agar bisa mewujudkan kemandirian pangan. 

"Kami profesiat kepada 21 kelompok yang dikukuhkan, semoga semangat bapak mama tidak tergerus, karena melihat kondisi hari ini kita masih dihadapkan dengan mengalami stunting, dan gejolak dunia, maka itu kita harus tetap bekerja dalam kelompok, bergejolak dan bertumbuh sampai pada kemandirian," jelasnya. 

Ia mendorong agar kelompok Tani melihat berbagai bantuan dan fasilitas yang diberilan oleh pemerintah, agar menjadi stimulan untuk peningkatan kemandirian petani. Selain itu bahwa kelompok tani telah dilindungi oleh UU sehingga tidak perlu cemas, namun bekerja dengan tekun. 

"Kami menyampaikan hal ini, ketika kita didalam kelompok tidak berpikir macam-macam, kita bekerja dengan tenang karena negara melindungi dan menjamin kita," tegasnya. 

Ia menyampaikan bahwa kelompok Tani mengenal 3 fase, penumbuhan, pengembangan, dan kemandirian. Ada tahapan naik kelas dalam pengembangan. 

Kelas madya merupakan kelompok yang sudah mandiri. Bahwa semakin keatas tingkatannya ketergantungan semakin berkurang atau semakin swadaya dan mandiri.

Dengan pengukuhan 21 Kelompok Tani ini, jumlah keseluruhan kelompok Tani di Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi 4.014 kelompok Tani. 3.484 kelompok Tani kelas pemula, 472 kelas lanjut dan 58 kelas Madya. Dengan total anggota kelompok Tani sebanyak 68.356 petani. 

Pengukuhan ditandai juga dengan peresmian kelompok tadi dengan membuka papan nama masing-masing kelompok Tani. (any) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.