Antrean Truk Sawit di PT Toscano Kembali Mengular, Sopir Mengaku Tunggu hingga Sepekan
Abd Rahman June 10, 2026 11:06 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Antrean truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali memadati area pabrik PT Toscano di Kelurahan Bambalamotu, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Rabu (10/6/2026).

Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, kondisi antrean kali ini terlihat lebih parah dibanding beberapa hari sebelumnya. 

Ratusan truk bermuatan penuh TBS memenuhi halaman pabrik hingga mengular ratusan meter di sepanjang akses menuju lokasi.

Baca juga: Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Tinggalkan Budaya Lama, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

Baca juga: Pohon di Depan Rumah Adat Mamuju Dipangkas, Jl KS Tubun Ditutup Sementara

Di dalam kawasan pabrik, truk-truk tampak berhimpitan menunggu giliran bongkar muatan. 

Tumpukan tandan buah segar terlihat menjulang di bak kendaraan, sementara jalan tanah yang berlumpur dipenuhi genangan air akibat lalu lintas kendaraan yang terus keluar masuk.

Aroma menyengat dari buah sawit yang mulai membusuk tercium di sejumlah titik antrean. 

Brondolan sawit berserakan di sekitar lokasi, sementara suara klakson truk dan teriakan para sopir silih berganti memecah suasana, menandakan panjangnya waktu tunggu yang harus mereka jalani.

Sebagian sopir terlihat memilih bertahan di dalam kabin truk, sedangkan lainnya duduk di pinggir jalan atau berteduh di bawah kendaraan dengan wajah-wajah kelelahan sambil menunggu giliran masuk ke pabrik.

Salah seorang sopir truk, Ilman, mengaku antrean kali ini menjadi yang terlama yang pernah ia rasakan.

"Biasanya paling lama tiga hari menunggu. Sekarang sudah sampai satu minggu masih belum bongkar," ujarnya.

Menurutnya, semakin lama buah berada di atas truk, kerugian yang ditanggung sopir maupun pemilik kebun semakin besar karena berat buah terus berkurang.

"Kalau terlalu lama, buah susut. Beratnya berkurang, otomatis hasil yang didapat juga ikut turun," katanya.

Ilman mengatakan kondisi serupa bukan hanya terjadi di PT Toscano, tetapi juga hampir di seluruh pabrik pengolahan TBS di Kabupaten Pasangkayu yang saat ini dipadati kiriman buah dari para petani.

Di tengah kondisi tersebut, harga TBS sawit di Pasangkayu masih bertahan di kisaran di atas Rp2.000 per kilogram, sehingga volume panen dari kebun masyarakat meningkat signifikan.

Sementara itu, Humas PT Toscano, Indra, menjelaskan antrean panjang dipicu oleh momentum panen raya yang terjadi hampir bersamaan dengan keterbatasan kapasitas pengolahan pabrik.

"Kapasitas olah pabrik sekitar 45 ton per jam. Dengan banyaknya buah yang masuk saat panen raya, pabrik tidak mampu mengolah seluruh pasokan dalam waktu singkat," jelasnya.

Ia mengatakan pihak perusahaan terus berupaya mengurai antrean dengan memaksimalkan operasional di lapangan serta mengarahkan kendaraan menggunakan akses jalan pribadi perusahaan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di jalan desa.

Selain itu, untuk sementara pihak pabrik juga menghentikan penerimaan slip pengiriman buah sebagai langkah mengurangi penumpukan kendaraan.

"Langkah ini dilakukan agar antrean tidak semakin panjang dan tidak sampai mengganggu jalan umum di sekitar pabrik," pungkasnya.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.