Aksi Geruduk BGN Hari Ini, Massa hingga Mahasiswa Kompak Terjun ke Jalan: Kami Sudah Muak dengan MBG
Dedy Qurniawan June 10, 2026 12:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Massa yang terdiri dari Celios, Unitrend, Lapor Sehat, LBH Jakarta, Transparency International Indonesia, Bareng Warga, hingga mahasiswa bakal melakukan aksi demo di kantor Badan Gizi Nasional hari ini, Rabu (10/6/2026).

Massa dari kelompok mahasiswa akan turun ke jalan dan menyasar dua lokasi berbeda, salah satunya Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih.

Aksi pertama akan berlangsung di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia dijadwalkan menyampaikan aspirasi mereka di lokasi tersebut.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri membenarkan adanya agenda unjuk rasa tersebut.

"Pukul 13.00 WIB ada unjuk rasa dari Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia," ujar Erlyn dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Nasib Mujazin Investor Dapur MBG Ngamuk di Kantor BGN, Rugi Rp 200 M, Nanik Tolak Tanggung Jawab

Pada waktu yang sama, kelompok mahasiswa lainnya juga akan menggelar demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Aksi itu akan dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Intelektual Muda Nusantara.

Menghadapi dua aksi unjuk rasa tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 214 personel gabungan untuk melakukan pengamanan.

Petugas akan ditempatkan di sekitar lokasi aksi guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan tertib dan tidak mengganggu keamanan masyarakat.

Selain pengamanan, polisi juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan lalu lintas yang bisa terjadi di sekitar lokasi demonstrasi.

Karena itu, warga yang akan melintas di kawasan Gambir maupun Kebon Sirih diimbau menyiapkan rute alternatif.

"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung," kata Erlyn.

Kami Muak dengan MBG

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berada di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat akan digeruduk pendemo pada Rabu (10/6/2026) sekira pukul 13.00 WIB.

Rencananya aksi demo itu akan digelar oleh MBG Watch yang terdiri dari sejumlah lembaga sipil di antaranya Celios, Unitrend, Lapor Sehat, LBH Jakarta, Transparency International Indonesia, dan Bareng Warga.

Mereka rencananya memprotes terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai telah menghabiskan pajak negara.

Diketahui Presiden Prabowo Subianto resmi melantik pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), di antaranya Nanik S. Deyang sebagai Kepala dan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Pelantikan ini buntut Kejagung resmi menetapkan tiga tersangka dari jajaran elite BGN sebelumnya.  Mereka adalah eks Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. 

Pergantian pimpinan BGN karena tersandung kasus korupsi pun dipandang para pendemo tidak akan menyelesaikan masalah yang ada.

"Aksi geruduk BGN, kami sudah muak dengan MBG," tulis poster tersebut.

Dalam poster itu juga mengajak siapapun yang ingin bergabung untuk membawa panci, sutil hingga struk belanja sebagai alat peraga dalam bentuk protes.

"Kalau suara kami masih juga tidak didengar, maka kami turun ke jalan. Ayo makin berisik! Ayo rame-rame geruduk BGN," lanjut ajakan poster itu.

Baca juga: Biodata Irjen Pipit Rismanto, Eks Kapolres Bangka Diduga Bekingi Tambang Ilegal di Kalbar

Terkait itu, pihak kepolisian pun akan melakukan pengamanan dengan menyiapkan ratusan personel untuk mengawal aksi demo tersebut.

"214 personel gabungan (Polda, Polres, Polsek jajaran)" kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Personel pengamanan itu, kata Erlyn, akan dibagi untuk mengamankan aksi dari Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia dan beberapa elemen lain di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi yang akan menjadi titik demo.

Namun, rekayasa lalu lintas itu masih bersifat situsional dengan melihat kondisi dan situasi di lapangan.

(Bangkapos.com/Tribunnews.com/TribunJakarta.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.