Bak Pesulap, Wanita di Musi Rawas Ini Ubah Talas Jadi Keripik, Diminati Hingga Pulau Jawa
Shinta Dwi Anggraini June 10, 2026 01:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Titik Sukesih, bak seorang pesulap. Merasa bosan dengan panganan umbi talas rebus, ia menyulapnya menjadi makanan yang tak hanya diminati keluarga dan warga sekitar rumah.

Keripik Talas Faiza menjadi hasil dari ide cemerlang Titik yang menjadi bukti nyata harapan dari masyarakat Dusun Gunung Sari, Desa Giriyoso, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, yang dapat mengubah kehidupan ekonomi warga setempat.

Di bawah binaan PT Medco E&P, bahan pangan sederhana tersebut berhasil menjadi produk bernilai tinggi yang diminati hingga masyarakat di Pulau Jawa.

Ditemui Tribunsumsel.com pada Rabu (10/6/2026), Titik bercerita, usaha keripik talasnya ini ditekuni sejak tahun 2024.

Bermula dari tanaman di belakang rumah yang hanya untuk konsumsi keluarganya saja.

“Keluarga sudah mulai bosan dengan talas rebus, saya memutar otak. Makanan apa yang kira-kira bisa disukai jangka panjang, baik oleh keluarga maupun tetangga,” ucapnya.

Setelah sekian lama berpikir, ia pun mendapatkan ide untuk menyulap talas ini menjadi keripik, yang ia yakini akan disukai keluarga dan tetangganya.

Dibantu sang suami, Sunardi, ia pun mulai mengolah talas menjadi keripik dan dicoba memasarkannya secara terbatas di desanya.

“Ternyata setelah dibuat keripik, banyak masyarakat yang suka,” ungkapnya.

Berkat usahanya ini, Titik kini menjadi salah satu ketua dari tujuh kelompok Dasawisma di desanya dengan membawahi 10 orang anggota.

Masing-masing anggota menanam talas di pekarangan rumahnya masing-masing. 

Setiap dua pekan sekali, umbi talas dari tiap anggotanya dipanen untuk diproduksi menjadi keripik yang proses pembuatannya dipusatkan di belakang rumah Titik.

“Sekali panen itu bisa dapat 10–15 kg yang proses pembuatannya juga dilakukan bersama-sama. Talas yang sudah dipanen dikupas dan dicuci hingga bersih. Lalu, dipotong tipis dan direndam semalaman. Terakhir, potongan talas tadi dicuci bersih lagi dan digoreng hingga menjadi keripik,” jelasnya.

Di hari biasa, kelompok Titik dapat membuat keripik talas mencapai 20 kg lebih tergantung permintaan.

Namun, di momen Idulfitri tahun 2026 lalu, pesanan keripiknya bisa menjadi 100 kg lebih karena banyak dijadikan oleh-oleh. Keripik Talas Faiza saat ini tersedia dalam tiga varian rasa, yakni original, balado, dan jagung manis.

“Sudah dibuat dalam kemasan dengan berat 200 gram dan harga Rp10 ribu per kemasan. Kemasan oleh-oleh saat lebaran kemarin agak berbeda, sekitar 35 buah yang akan dibawa ke Pulau Jawa dan Jakarta, harganya juga sedikit lebih mahal,” katanya.

Cerita kesuksesan Titik saat ini tentu tak lepas dari perhatian pihak PT Medco E&P Indonesia.

Di mana sebelumnya, pihak Medco telah memberikan pembinaan terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Giriyoso. 

Tak hanya pembinaan, dukungan PT Medco E&P terhadap kelompok Titik juga dibuktikan dengan pemberian bantuan alat spinner yang berfungsi untuk mengeringkan minyak hasil penggorengan keripik.

"Saya salah satunya ikut di situ, jadi itu Medco melakukan pembinaan pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Awalnya dari tanaman toga, sayur-sayuran, dan lumbung pangan. Nah dari lumbung pangan, pemanfaatan umbi-umbian kita coba," ungkapnya.

Dengan dukungan dan bantuan yang diberikan PT Medco E&P, dalam dua pekan, Titik mengaku berhasil meraup omzet rata-rata minimal Rp500 ribu.

“Hasil ini dapat menambah pendapatan keluarga untuk membiayai pendidikan kedua anak saya juga, Alhamdulillah bisa sampai kuliah. Kami juga sudah bisa membeli kambing tiga ekor yang diternak untuk menambah penghasilan lainnya,” ujarnya.

Sementara, Camat Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas Ali Aman, mengungkapkan, ia sangat menyambut baik program yang terus secara konsisten dilakukan oleh PT Medco E&P di wilayahnya.

Ia menyebut sebenarnya setiap desa di Kecamatan Jayaloka memiliki produk UMKM olahan lokal masyarakat. Namun, skalanya kecil dan diproduksi ketika ada hajatan warga saja.

“UMKM di bawah binaan Medco sampai sekarang berjalan dengan baik karena Medco terus melakukan pendampingan, pelatihan, dan pertemuan rutin dengan warga. Tentunya saya berharap, Medco tetap konsisten supaya produk UMKM yang sudah ada tetap eksis dan berkembang,” ungkapnya.

Komitmen Berkelanjutan Medco E&P di Kecamatan Jayaloka

Dilansir dari rilis resmi Medco E&P dalam pamflet lomba karya tulis hulu migas, dengan tema Efek Berganda Hulu Migas tahun 2025, Support Officer Relation Community Enhancement Medco E&P, Yudhia Karmina menegaskan, komitmen pihaknya dalam mendampingi dan membina masyarakat di Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas.

Dimulai pada tahun 2018, Medco E&P melalui program Pertanian Ramah Lingkungan (PRLB) membantu kelompok tani di Desa Giriyoso. Program ini mendorong masyarakat membuat Kawasan Rumah Pangan Lestari (KPRL).

Adapun pelatihan dan bantuan yang diberikan meliputi, pengolahan tanah, pembuatan kompos, penanaman, pembuatan produk olahan minuman dan makanan sehat.

Tak hanya itu, PT Medco E&P juga memberikan bantuan bibit sayur, pupuk kompos, waring, dan pelatihan pengemasan serta pemasaran produk, sehingga warga dapat memenuhi kebutuhan sayur, rempah, dan tanaman obat dari lahan pekarangan.

Kemudian di tahun 2019, dilakukan pendampingan pengembangan tanaman herbal, seperti kunyit, daun kelor, dan pembuatan minyak VCO.

Medco juga memberikan bantuan fasilitas rumah produksi, mesin penggiling, alat pembuat serbuk, dan rumah penyerbukan, serta rumah pembibitan untuk KWT Mekar Jaya.

“Program pembinaan dan pendampingan sempat terhenti di tahun 2019 akibat pandemi COVID-19. Dan berjalan di tahun 2022, dengan memberikan bantuan kolam terpal, bibit ikan lele untuk pengembangan produk abon lele serta mendukung program PMT balita stunting,” ungkapnya.

“Selanjutnya di tahun 2024–2025, Medco memberikan bantuan kepada berbagai kelompok dasawisma berupa bibit sayuran, mesin giling ganyong, mesin pemecah kedelai, spinner, dan alat pemotong keripik,” terangnya.

Terpisah, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas, Syafei Safri menegaskan, kegiatan eksplorasi dalam upaya menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus mendukung ketahanan energi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Menurutnya, pemerintah melalui Presiden memberikan perhatian besar terhadap upaya menjaga kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

Ia menjelaskan, kegiatan yang dilakukan oleh PT Medco E&P menunjukkan hal positif. Setiap eksplorasi mampu memberikan temuan yang mendukung peningkatan potensi produksi migas.

Selain berkontribusi terhadap peningkatan produksi nasional, kegiatannya memberikan dampak ekonomi bagi daerah melalui peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

"Karena diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.