TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor Pemuda GMIM, renungan Rabu 10 Juni 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Mazmur 92:7-10.
Tema perenungan adalah Cepat Tumbuh, Cepat Layu.
Khotbah:
Sobat Obor, pemandangan di sekitar kita sering kali menampilkan kenyataan yang membingungkan: orang-orang yang tidak peduli pada Tuhan atau bahkan menghalalkan segala cara justru tampak hidup makmur dan kariernya melejit cepat.
Fenomena ini digambarkan oleh pemazmur dengan sangat tepat; mereka "bertunas seperti rumput".
Rumput memang punya karakter tumbuh yang sangat kilat, hijau dengan sangat mudah, dan tampak menutupi permukaan tanah dalam waktu singkat.
Namun, di balik tampilan yang cepat dan menggiurkan itu, rumput tidak memiliki akar yang dalam dan kekuatan
untuk bertahan lama.
Mazmur ini menjelaskan bahwa kemakmuran orang fasik bukanlah tanda restu Tuhan, melainkan sebuah kesementaraan yang menipu.
Mengapa mereka kelihatan makmur? Karena mereka tumbuh tanpa prinsip, namun pertumbuhan itu tujuannya adalah untuk dimusnahkan sampai selamalamanya.
Mereka tampak hebat di permukaan, tetapi sebenarnya sedang menuju kehampaan karena terpisah dari sumber kehidupan yang kekal.
Sebaliknya, kedaulatan Allah tetap menjadi standar tertinggi; Dia adalah Sang Mahatinggi yang melihat segala sesuatu dari perspektif kekekalan, bukan sekadar tren sesaat.
Sebagai obor pembangunan, kita jangan sampai kena amnesia rohani dan menjadi iri dengan kesuksesan instan milik orang lain.
Fokuslah pada pertumbuhan yang berakar kuat pada firman Tuhan, karena meskipun jalan kebenaran mungkin terasa lebih lambat, akhir ceritanya adalah kemenangan yang abadi bersama Sang Penebus.
Ingatlah, jangan pernah menjual imanmu atau menjual Tuhan Yesus hanya demi mengejar harta dan kesuksesan sementara yang akan layu seperti rumput.
Kalau mau jujur, banyak anak muda Kristen yang menjual Tuhan Yesus karena tawaran materi dunia yang fana.
Sungguh menyedihkan! Apa gunanya memiliki dunia jika kita kehilangan hubungan dengan Sang Penyelamat jiwa?
Tetaplah setia dalam kehambaan yang mengucap syukur, karena hanya di dalam Dia masa depan kita benar-benar aman. Amin.
Sumber: KPPS GMIM edisi Juni 2026