BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pemasaran menjadi salah satu kelemahan yang dialami kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan usahanya.
Begitu pula yang dihadapi kalangan UMKM di Desa Pulausari, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan.
Kepala Desa Pulausari Mat Ansari mengatakan pelaku UMKM di desanya masih menjalankan usaha secara konvensional. Termasuk dalam hal memasarkan atau menjual produk (dagangan).
Karena itu dirinya menyambut positif pelatihan pemasaran digital yang diberikan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan (TRKJ) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) kepada para pelaku UMKM di desanya, Senin kemarin.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha kecil yang saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola pemasaran yang semakin mengarah ke platform digital.
Baca juga: UMKM Kalsel: Rumah Produksi Kerupuk Ikan Haruan Mama Tuti di Tapin Kalsel, Bisa Dibeli Secara Online
Mat Ansari menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada dosen dan mahasiswa Politala yang telah berbagi ilmu serta mendampingi para pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk.
"Ilmu yang diberikan terkait pemasaran digital memang sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM, termasuk di Desa kami. Saat ini media sosial telah menjadi ruang interaksi yang sangat besar dan memiliki pengaruh kuat dalam pemasaran produk," ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Ia mengatakan, selama ini sebagian besar pelaku UMKM di desanya masih mengandalkan pola pemasaran konvensional. Padahal, perkembangan zaman menuntut pelaku usaha untuk mampu memanfaatkan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar.
Menurutnya, pemasaran melalui media sosial dan platform digital kini menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
"Pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional. Mereka harus mengikuti tren dan perkembangan zaman. Sekarang pemasaran produk jauh lebih kuat melalui media sosial karena jangkauannya lebih luas dan lebih cepat," katanya.
Mat Ansari mengakui, keterbatasan kemampuan teknologi informasi masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi sebagian pelaku usaha kecil di desanya.
Banyak di antaranya yang belum familiar dengan dunia digital sehingga belum memahami teknik maupun strategi pemasaran yang efektif melalui media sosial.
Karena itu, ia menilai pelatihan yang diberikan Politala menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha.
"Kelemahan yang masih banyak ditemui adalah keterbatasan kemampuan di bidang IT. Sebagian pelaku usaha masih belum begitu familiar dengan dunia maya, sehingga belum memahami strategi pemasaran melalui media sosial. Pelatihan seperti ini sangat membantu mereka," jelasnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha, peningkatan penjualan, serta kesejahteraan pelaku UMKM.
Selain itu, Mat Ansari juga berharap kerjasama antara Desa Pulausari dan Politala dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.
"Semoga setelah pelatihan ini ada efek positif bagi perkembangan usaha masyarakat kami. Harapan kami ke depan ada lagi kegiatan lanjutan, baik berupa pendampingan usaha, motivasi kewirausahaan, maupun program lain yang dapat membantu UMKM berkembang," ungkapnya.
Ia menambahkan, persoalan permodalan hingga kini masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi banyak pelaku usaha kecil.
Baca juga: UMKM Kalsel- Pikat Lidah Lintas Generasi, Warung Hj Ramlah Jadi Pilihan Sarapan Warga Banjarmasin
Karena itu, pendampingan yang berkelanjutan dinilai penting agar UMKM tidak hanya memiliki kemampuan pemasaran yang lebih baik, tetapi juga semakin kuat dalam mengembangkan usahanya.
"Dengan peningkatan kemampuan pemasaran dan dukungan program pemberdayaan lainnya, kami berharap UMKM di Desa Pulausari bisa semakin maju, mandiri, dan mampu bersaing di era digital," tutupnya.
Di desanya cukup banyak pelaku UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner seperti pedagang makanan dan minuman. Termasuk yang berjualan secara mobile seperti paman pentol/gorengan kekinian yang tiap hari bergerak ke lapangan untuk berjualan.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)