Efek Rupiah Anjlok Mulai Terasa, Harga Bahan Bangunan di Nunukan Melonjak Tajam, Cat Naik 70 Persen
Eri Ariyanto June 10, 2026 12:58 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberikan dampak nyata di lapangan, khususnya pada sektor perdagangan bahan bangunan.

Di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, para pelaku usaha dan konsumen kini merasakan langsung lonjakan harga yang terjadi dalam waktu relatif singkat.

Sejumlah material konstruksi dilaporkan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, mulai dari semen, besi, hingga cat.

Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya biaya impor bahan baku serta naiknya ongkos distribusi akibat fluktuasi kurs rupiah.

Para pedagang menyebutkan bahwa kenaikan tidak terjadi secara bertahap, melainkan melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu komoditas yang paling terdampak adalah cat, yang bahkan tercatat mengalami kenaikan harga hingga 70 persen.

Lonjakan tersebut membuat banyak proyek pembangunan, baik skala kecil maupun besar, mulai menyesuaikan ulang anggaran.

Masyarakat dan kontraktor di Nunukan pun mengaku kesulitan menstabilkan biaya pembangunan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Situasi ini juga memicu kekhawatiran akan terjadinya perlambatan aktivitas konstruksi jika harga terus meningkat.

Di tengah tekanan ekonomi tersebut, pelaku usaha berharap adanya stabilisasi nilai tukar dan kebijakan yang dapat menekan laju kenaikan harga bahan bangunan.

Baca juga: Wagub Jatim Emil Dardak Bongkar Kendala Dana MBG yang Tak Cair: Salah Satunya soal Administrasi

Seperti diketahui, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Nunukan, Kalimantan Utara, merilis kenaikan harga material bangunan setelah menguatnya dollar AS dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Nunukan, Dior Frames menuturkan, pihaknya telah melakukan survei harga di sejumlah toko bangunan di wilayah Nunukan Kota.

Hasilnya, DKUKMPP Nunukan mencatat, harga semen yang semula dibanderol Rp 80.000 naik menjadi Rp 82.000.

Besi beton, (besi 6) dijual dengan harga Rp 35.000 dari harga awal Rp 33.000 sementara besi 8, dari harga Rp 55.000 menjadi Rp 57.000.

Seng polos, masih stabil di harga Rp 85.000 per lembar. Seng warna mengalami kenaikan dari harga Rp 90.000 ke Rp 95.000.

Harga triplek 3 ml masih stabil Rp 50.000 sedangkan triplek 6 ml kini dijual Rp 95.000 dari harga awal Rp 90.000, triplek 9 ml terpantau stabil di angka Rp 135.000.

Keramik putih naik, dari harga Rp 65.000 menjadi Rp 68.000. Baja ringan yang biasanya dijual di harga Rp1.350.000/kubik naik menjadi Rp 1.400.000/kubik.

IMBAS RUPIAH MELEMAH - Kabid Perdagangan Nunukan, Dior Frames saat mengecek harga material bangunan di sejumlah toko bangunan(Dok.DKUKMPP Nunukan.) (Dok./Dok.DKUKMPP Nunukan)

Alasan cat dan thinner naik 70 persen

"Fluktuasi kenaikan bahan bangunan, seperti paku, gypsum, semen hingga seng, ada di angka 5 – 12 persen," ujar Dior saat dihubungi pada Selasa (9/6/2026).

Adapun fluktuasi kenaikan harga tertinggi, lanjutnya, ada pada produk cat dan thinner yang bisa mencapai 70 persen.

Ia menjelaskan, produk cat sebagian besar berbasis solvent yang berasal dari turunan minyak sehingga ketika harga minyak dunia naik, otomatis harga material juga ikut naik.

Kaleng dan wadah cat, banyak menggunakan material berbasis plastik, yang tentu berpengaruh pada harga jual.

Adapun thinner, merupakan produk turunan dari minyak bumi yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak global. Dalam artian, ketika harga minyak naik, biaya produksi thinner ikut terdongkrak secara langsung.

"Harga cat minyak naik dari Rp 78.000 ke Rp 91.000. Yang jelas, semua barang yang mengandung unsur minyak bumi atau minyak campuran kimia, mengalami kenaikan sesuai kenaikan minyak dunia," tegasnya.

"Ini pantauan harga sementara dengan asumsi banyak barang yang merupakan stok lama. Yang jelas, fluktuasi kenaikan harga material di Nunukan antara 5 sampai 12 persen, di mana fluktuasi tertinggi pada harga cat minyak dengan asumsi 70 persen," tegasnya.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.