Seorang netizen bingung menemukan snack wafer cokelat yang dibelinya tidak mengandung cokelat sama sekali. Yang tersisa hanya kepingan wafer polos berwarna kuning muda!
Saat beli snack kemasan, sering kali pelanggan menemukan hal-hal di luar dugaan. Salah satunya tampilan snack yang tidak seperti biasanya karena kesalahan produksi.
Contohnya baru saja dibagikan pemilik akun Threads @j***finaaa. Ia bingung melihat snack wafer cokelat merek Beng Beng yang dibelinya. Lewat unggahan Threads (8/6), ia menulis "Kok bisaaa Beng Beng ku cuma wafer doang? Ga ada coklatnya sama sekali masaaa😭."
Netizen ini juga mencantumkan sebuah foto dan 3 video sebagai bukti. Terlihat di dalam pastik snack wafer cokelat tersebut hanya ada kepingan-kepingan wafer tipis berwarna kuning muda. Tak ada lapisan cokelatnya sama sekali.
Seorang netizen Threads menunjukkan potret snack wafer cokelat tanpa lapisan cokelat. Foto: Threads @j***finaaa
|
Dalam video juga terdengar dirinya berujar, "Demi Allah baru buka, nggak ada cokelatnya. Cuma wafer doang. Kok bisa?" Ia juga menyoroti plastik kemasan yang bersih, tanpa jejak cokelat atau karamel sama sekali yang biasanya ada.
Netizen dengan sapaan Fina itu kemudian menandai (tag) akun Threads produsennya, Mayora. "Bisaaa gantiin sekardus gaaakk?" candanya.
Dalam waktu sekitar sehari, unggahan snack wafer cokelat tanpa cokelat ini jadi viral. Ditandai dari likes mencapai lebih dari 27 ribu dan komentar hampir 4 ribu saat berita ini ditulis.
Banyak netizen mengomentari temuan unik ini dengan candaan. "Ini memang varian baru kak, untuk yang punya diabetes," sahut seorang netizen. "Lihat sekilas, aku pikir loofah (spons alami pembersih badan)," kata netizen lain.
Beberapa bahkan memberi julukan untuk Beng Beng tanpa lapisan cokelat ini, seperti Beng Beng albino, gundul, telanjang, rare, secret, hingga less sugar.
Netizen ini menunjukkan bukti Beng Beng polos yang ia beli di sebuah warung di Medan. Foto: Threads @j***finaaa
|
Dihubungi (8/6), Fina mengungkap temuan snack wafer cokelat ini. Wanita yang tinggal di Aceh Tamiang ini membelinya tanggal 7 Juni 2026 di sebuah warung di daerah Medan.
Usai curhat di Threads, ia juga sudah dihubungi pihak produsen. "Pihak Mayora tanya soal kronologi, bukti foto untuk pengecekan kode produksi. Untuk penyelesaian katanya besok (9/6) mereka mau datang ke rumah," kata Fina kepada .
Untuk produk yang ditemukannya ini, Fina sudah membuangnya. "Nggak aku makan juga," katanya.
Dalam unggahan terbaru (9/6), Fina mengungkap tim Mayora cabang Langsa sudah datang ke rumahnya. Dari obrolan tersebut, Fina mengatakan pihak Mayora meminta maaf dan mereka fokus membahas langkah penanganan dari produk "gagal" tersebut.
"Intinya kami ngobrol santai, baik-baik, masukan yang aku kasih soal admin customer service-nya diterima. Aku juga ngasih saran supaya admin Mayora ikutan main Threads biar gokil kayak admin brand lainnya," tutup Fina.







