TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Enam ekor kambing milik Mukono (69) terbakar dan mati saat terjadi kebakaran di rumahnya di Desa Picisan Kecamatan Sendang, Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kebakaran ini juga menghanguskan abah 1 ton dan uang tunai Rp 8 juta milik korban. Kobaran api diduga dari pembakaran sampah untuk mengusir nyamuk di kandang kambing.
“Kebakaran terjadi saat warga sedang nyenyak tidur, diketahui pertama salah satu warga,” ujar Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono.
Lokasi kandang kambing Mukono ada di samping rumah. Kebiasaan warga, mereka membakar sampah agar asapnya mengusir nyamuk yang mengganggu hewan ternak.
Baca juga: Warga Blitar Kaget dengan Kenaikan Harga Pertamax, Ada yang Pindah Beli Pertalite
Diduga bara dari pembakaran sampah di malam hari ini terus membesar sampai dini hari.
“Pembakaran sampah ini tidak diawasi karena warga kan tidur. Tahu-tahu api sudah berkobar besar,” sambung Iwan.
Warga sempat berupaya memadamkan api namun gagal karena api sudah terlanjur besar.
Api menjalar ke kandang dan menewaskan 6 ekor kambing di dalamnya.
Api kemudian merembet ke bangunan utama, membakar perabot dan tumpukan gabah kering hasil panen seberat 1 ton serta uang tunai Rp 8 juta yang disimpan Mukono.
“Total dari kerugian material dan uang tunai yang terbakar, diperkirakan senilai Rp 90 juta. Tidak ada korban manusia dalam kejadian ini,” ucap Iwan.
Iwan mengingatkan, saat ini sudah masuk musim kemarau sehingga ikut memudahkan munculnya api.
Pembakaran sampah, utamanya yang dekat permukiman harus diawasi karena risiko membesar merembet.
Baca juga: Data Kependudukan Jadi Penjaga Hak Warga, Dispendukcapil Kota Kediri Perkuat Layanan di Kelurahan
Jika akan ditinggal, api yang membakar sampah lebih baik dimatikan.
“Setiap tahun pembakaran sampah menjadi salah satu faktor pemicu kebakaran saat kemarau. Masyarakat harus waspada,” tegasnya.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)